Sehingga semakin sedikit chip yang tersedia untuk komputer pribadi, ponsel, konsol game, dan perangkat elektronik konsumen seperti televisi.
Kenaikan biaya ini mulai diakui oleh para produsen perangkat. Chief Operating Officer Dell Technologies, Jeff Clarke, dalam paparan kinerja pada 25 November lalu.
BACA JUGA:Titik Hijau dan Oranye di iPhone, Sinyal Kecil Penjaga Privasi Pengguna
BACA JUGA:ITSprovement Jadi Ajang Inovasi Tendik ITS Rancang Teknologi Serbaguna di Kampus
Ia mengakui bahwa kenaikan harga komponen akan sulit ditahan agar tidak dibebankan kepada konsumen. "Saya tidak melihat bagaimana ini tidak akan sampai ke pelanggan," ujarnya.
Para analis sepakat bahwa tidak ada solusi jangka pendek untuk krisis ini. Wu menyebut industri chip memori menghadapi bottleneck serius.
Hingga akhir 2026, produsen diperkirakan sudah memaksimalkan kapasitas pabrik yang ada saat ini.
Pabrik baru memang sedang dibangun, salah satunya fasilitas Micron di Idaho, namun proyek tersebut baru diperkirakan mulai beroperasi pada 2027.
Artinya, dalam dua tahun ke depan, pasar harus berhadapan dengan pasokan terbatas dan permintaan yang terus meningkat.
Wu menutup dengan peringatan sederhana namun tegas: konsumen perlu bersiap menghadapi harga perangkat teknologi yang semakin mahal. Selama ledakan AI belum melambat dan kapasitas produksi belum bertambah signifikan, kenaikan harga chip memori dan berbagai produk yang menggunakannya akan terus berlanjut. (*)