Meski demikian, Okamoto mengakui bahwa rencana rilis tahunan ini belum sepenuhnya pasti. Konami, kata dia, hanya ingin “menjaga gaung Silent Hill tetap hidup.” Untuk mewujudkan hal itu, Konami menggandeng sejumlah studio berbeda.
Bloober Team menangani proyek remake, NeoBards mengembangkan Silent Hill f, sementara studio independen asal Inggris, Screen Burn, dipercaya menggarap Townfall.
BACA JUGA:5 Game yang Cocok Dimainkan Saat Natal dan Tahun Baru
BACA JUGA:Konami, Dari Kejayaan hingga Keruntuhan di Industri Game
Di sisi lain, sebagian penggemar menyuarakan kekhawatiran. Rencana rilis tahunan ini kerap dibandingkan dengan strategi Ubisoft pada era Assassin’s Creed 2009–2015, yang berujung pada sejumlah peluncuran bermasalah.
Apakah Silent Hill akan mengulang kesalahan serupa atau justru menemukan formula baru lewat kolaborasi multi-studio, masih menjadi tanda tanya besar.
Yang pasti, masa depan Silent Hill kini terlihat lebih hidup dari sebelumnya. Namun, kualitas tiap rilisan akan menjadi penentu utama apakah kebangkitan ini bersifat jangka panjang atau hanya euforia sesaat. (*)