BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 10 Maret 2026

BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 10 Maret 2026

Ilustrasi cuaca--Instagram

HARIAN DISWAY - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang akan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga 10 Maret 2026, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kondisi cuaca tersebut dipicu oleh kemunculan tiga bibit siklon tropis di wilayah selatan perairan Jawa yang memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Jawa Timur. Fenomena ini menyebabkan peningkatan intensitas hujan serta kecepatan angin di berbagai daerah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa tiga bibit siklon tropis tersebut berada di wilayah selatan dengan kode pengamatan 90S, 93S, dan 92P yang saling berinteraksi sehingga memengaruhi kondisi cuaca di Jawa Timur.

“Penyebabnya ada tiga bibit siklon tropis di wilayah selatan 90S, 93S, dan 92P. Tiga bibit siklon ini berkolaborasi sehingga Jawa Timur mengalami dampak tidak langsung,” ujar Taufiq saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Jumat, 6 Maret 2026.

BACA JUGA:Ramadan 1447 H Diprediksi Genap 30 Hari, BMKG Sebut Lebaran Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

BACA JUGA:BMKG: Musim Kemarau Tahun Ini Datang Lebih Cepat, Berlangsung Lebih Lama

Menurutnya, dampak utama yang dirasakan masyarakat adalah peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah. Kecepatan angin bahkan tercatat meningkat hingga mencapai 20 knot atau sekitar 52 kilometer per jam, jauh di atas kondisi normal.

Taufiq menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, kecepatan angin di wilayah Jawa Timur umumnya berada pada kisaran 10 hingga 15 knot. Namun akibat pengaruh bibit siklon tropis tersebut, kecepatan angin meningkat signifikan dan berpotensi memicu berbagai kejadian cuaca ekstrem.

Dampak kondisi tersebut juga sempat terjadi di Kota Surabaya pada Jumat sore, 6 Maret 2026. Angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di Jalan Ahmad Yani arah Sidoarjo serta papan reklame roboh di Jalan Frontage Ahmad Yani.

Selain itu, tiang listrik juga dilaporkan roboh di Jalan Raya Taman, Kabupaten Sidoarjo. Sementara di kawasan Kebraon Indah Permai, Surabaya, sebuah bangunan bekas toko dilaporkan roboh hingga menimpa korban akibat terjangan angin kencang.

BACA JUGA:Waspada! BMKG Sebut Bibit Siklon di Selatan Jawa Berpeluang Tinggi Jadi Siklon Tropis

BACA JUGA:BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Tropis: Cek Daftar Wilayah Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Taufiq menyebut Kota Surabaya menjadi salah satu wilayah dengan kecepatan angin tertinggi yang terpantau mencapai 52 kilometer per jam atau 20 knot. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan kecepatan angin di hampir seluruh wilayah Jawa Timur.

“Hampir sebagian besar wilayah Jawa Timur terjadi peningkatan kecepatan. Tertinggi saat ini dari pantauan kami di Surabaya, tercatat 52 kilometer per jam atau 20 knot,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: