DPP PDIP Kirim 30 Ambulans dan 90 Tenaga Medis ke Lokasi Bencana Atas Perhatian Megawati

Selasa 30-12-2025,12:51 WIB
Reporter : Noor Arief Prasetyo
Editor : Noor Arief Prasetyo

HARIAN DISWAY - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa pemberangkatan 30 unit ambulans dan 90 tenaga medis ke wilayah pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan wujud perhatian langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap penderitaan rakyat, Senin, 19 Desember 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto Kristiyanto saat pelepasan tim kemanusiaan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan instruksi langsung Megawati untuk membantu pemulihan korban bencana banjir bandang di sejumlah daerah.

Hasto menyebutkan bahwa para pengemudi ambulans yang diberangkatkan bukanlah sopir biasa. Mereka merupakan relawan terlatih yang telah dibekali kemampuan pertolongan medis darurat agar dapat memberikan penanganan cepat di lapangan.

“Ibu Mega menuliskan langsung daftar kebutuhan untuk ‘bencana basah’ ini. Beliau mengingatkan agar kita tidak melupakan kaum perempuan dan balita. Maka, dalam ambulans ini disertakan logistik khusus seperti perlengkapan bayi, pembalut, hingga sarung,” ujar Hasto.

BACA JUGA:DPC PDIP Lamongan Lantik Pengurus Baru, Dominasi Milenial Warnai Periode 2025–2030

BACA JUGA:Ajak Anak Muda Melek Politik, DPC PDIP Tulungagung Gelar Soekarno Leadership Camp

Menurutnya, perhatian Megawati sangat detail terhadap kebutuhan pengungsi yang kerap terabaikan dalam situasi darurat. Oleh karena itu, bantuan yang dikirim tidak hanya bersifat medis, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan martabat korban.

Hasto menegaskan bahwa tim yang diberangkatkan terdiri dari 30 dokter, 60 paramedis, serta relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan. Seluruh personel akan bekerja secara terpadu di lokasi terdampak hingga kondisi dinilai kondusif.

Ia juga menjelaskan filosofi di balik pengiriman sarung sebagai bagian dari logistik bantuan. Berdasarkan pengalaman lapangan Megawati, sarung memiliki fungsi proteksi yang tinggi dalam situasi darurat.

“Sarung bisa digunakan sebagai pengganti mukena, selimut, hingga pelindung privasi bagi perempuan ketika fasilitas toilet sangat terbatas di pengungsian,” jelas Hasto.

BACA JUGA:11 Kada-Wakada Jatim Perkuat Kepengurusan DPC PDIP

BACA JUGA:PDIP Tunjuk Feri Sudarsono jadi Ketua DPC Kabupaten Madiun Periode 2025-2030

Misi kemanusiaan ini diperkuat dengan kehadiran dokter diaspora, yakni tenaga medis lulusan luar negeri yang turut bergabung dalam tim. Hasto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih Megawati kepada para dokter tersebut.

“Ibu Ketua Umum sangat menghargai para dokter diaspora yang memilih pulang dan mengabdi untuk membantu rakyat yang menderita tanpa memandang latar belakang politik maupun golongan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning melaporkan bahwa tim medis dan relawan direncanakan bertugas selama satu bulan penuh hingga situasi di daerah terdampak benar-benar pulih.

Kategori :