"Situasinya ini kompleks, antara satu sisi harus sesuai aturan, satu sisi katakanlah kepentingan warga, satu sisi juga sisi-sisi kemanusiaan, satu sisi sisi-sisi keagamaan. Saat itu, memang serba dilema," jelas Anwar.
Anwar juga menambahkan bahwa developer tidak ada maksud sedikitpun untuk mempersulit pihak ahli waris almarhum dan seluruh warga setempat. Developer selalu berusaha untuk selalu memenuhi keinginan dan kepentingan warga Istana Mentari.
BACA JUGA:Ditipu Developer Rumah, Wanita Ini Terlilit Utang di Bank
BACA JUGA:Developer Tawarkan Free BPHTB
Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo, Bachruni Aryawan yang turut hadir dalam forum tersebut turut menanggapi dengan mengatakan bahwa kunci perkara tersebut ada pada pihak developer.
"Pengembang punya tugas untuk sosialisasi ke masyarakat. Ini adalah regulasi," ujar Bachruni.
Abdillah Nasih menutup rapat tersebut dengan menekankan bahwa keputusan warga apapun akan diterima oleh keluarga almarhum Rudi.
Rapat dengar pendapat hari ini belum mencapai titik hasil yang disetujui oleh semua pihak. Pimpinan DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih meminta semua pihak untuk membuka kembali diskusi selanjutanya agar polemik tanah makam tersebut segera diselesaikan.(*)
BACA JUGA:Kemenkum Jatim Dorong Perlindungan Merek dan Penyelesaian Sengketa Domain di Era Digital