Bersih Desa Berbuah Gelar, Trisakti Dikukuhkan sebagai Guru Besar Unesa

Rabu 31-12-2025,07:30 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Guruh Dimas Nugraha

BACA JUGA:Unesa Inklusif! Tumbuhkan Literasi Edupreneur Siswa Tunarungu di Gresik Lewat Damar Kurung

Kegiatan menari remo dengan seribu penari itu melibatkan berbagai kalangan pelajar. Lewat kegiatan itu, siswa dapat mempelajari sisi budaya dan nilai sosial.

Sebab, jumlah personel yang banyak menuntut penari untuk bisa saling berbagi dan menghargai satu sama lain.

Tujuannya supaya bisa memberikan posisi dan pola lantai yang sesuai dengan koreografi. Prof. Trisakti menegaskan, ritual bersih desa memiliki peran penting.


PENELITIAN Prof. Trisakti tentang bersih desa salah satunya menunjukkan keterkaitan antara manusia, leluhur, dan Tuhan.-Prof. Trisakti-

Karena tradisi itu dapat memunculkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya rasa syukur akan rezeki dan kesehatan.

BACA JUGA:Puluhan Pesilat Beraksi Brutal di Depan Unesa, Begal dan Bacok Warga

BACA JUGA:Debat Mandarin Tingkat Mahasiswa, Unesa Unggul Tipis atas LPI Al-Majidiyah Pamekasan Madura

“Apalagi setelah COVID-19 berakhir, justru makin banyak masyarakat yang terlibat. Padahal, sebelum COVID-19 tidak semeriah saat ini,” tutur perempuan 60 tahun itu.

Dalam proses penelitian, perempuan berusia 60 tahun itu menyaksikan ritual bersih desa dalam rentang waktu September dan Oktober 2025.

Prof. Trisakti berharap bahwa penelitian itu dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk melestarikan budaya. Sebab, di dalam budaya ada nilai-nilai positif yang dapat dipetik.

“Masyarakat bisa berkumpul, saling bertoleransi, dan gotong-royong. Juga bisa mengangkat identitas masyarakat,” tandas alumni Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) jurusan Seni Tari itu.

BACA JUGA:Erick Thohir Resmikan Lab Olahraga Unesa, Targetkan Emas Petanque di SEA Games 2025!

BACA JUGA:Rembugan Buku Ludruk UNESA, Lestarikan Budaya Jawa lewat Karya Sindhunata

Penelitian tentang tradisi, utamanya tentang bersih desa, menunjukkan berbagai hal positif yang bisa dirasakan masyarakat.

Tradisi yang dihayati, dimaknai, dan dijalani akan membawa dampak baik. Seperti mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan. Itulah yang ditemukan oleh Prof. Trisakti dalam penelitiannya. (*)

Kategori :