HARIAN DISWAY - Memasuki 2026, Chelsea menghadapi awal tahun yang penuh perubahan. Manajer klub, Enzo Maresca, resmi meninggalkan jabatannya di Stamford Bridge, menandai periode ketidakstabilan manajerial yang baru sejak BlueCo mengambil alih klub pada 2022.
Keputusan Maresca untuk mundur disebut terkait dengan ketegangan internal dan struktur klub yang dianggap membatasi.
Masa kerjanya di Chelsea relatif singkat, hanya 67 pertandingan, yang menjadi pengingat bahwa stabilitas jangka panjang di kursi manajer masih menjadi tantangan.
Kepergian Maresca membuat Chelsea harus segera mencari manajer permanen kelima sejak era kepemilikan BlueCo.
Pendahulu-pendahulu seperti Thomas Tuchel, Graham Potter, dan Mauricio Pochettino belum mampu memenuhi ekspektasi pemilik, sehingga klub kini berada di fase penting dalam menentukan arah kepelatihan.
Proses pencarian manajer baru memerlukan pertimbangan matang, termasuk pengalaman, gaya bermain, kemampuan menangani pemain muda, dan kesesuaian dengan struktur klub.
Pilihan manajer berikutnya akan menjadi penentu strategi jangka menengah dan panjang Chelsea, baik di Liga Inggris maupun kompetisi Eropa.
BACA JUGA:Chelsea Resmi Pecat Enzo Maresca, Hubungan Buruk dengan Manajemen Klub Jadi Alasan
BACA JUGA:Rating Pemain Chelsea yang Ditahan Imbang Bournemouth 2-2, Cuman Estevao yang Bagus!
Enam Kandidat Pengganti Enzo Maresca
1. Oliver Glasner
Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace yang menjadi kandidat pengganti Enzo Maresca di Chelsea-Sebastian Frej-Getty Images
Oliver Glasner menjadi sorotan Chelsea berkat prestasinya di Crystal Palace. Klub Inggris ini tertarik karena kemampuan Glasner membangun tim yang disiplin secara taktikal sekaligus fleksibel dalam menyerang.
Kontraknya hanya tersisa enam bulan, sehingga Chelsea berpotensi menggaetnya di jendela transfer musim dingin, meski harus menyiapkan negosiasi kompensasi dengan Palace.
Gaya bermain Glasner menggunakan formasi 3-4-2-1 dan mengandalkan fullback yang ofensif, berbeda dengan filosofi Maresca sebelumnya.
Namun, skuad Chelsea yang luas memungkinkan penyesuaian taktik tanpa mengganggu performa tim. Ini memberi peluang bagi Glasner untuk memperkenalkan strategi baru dan mengeksplorasi potensi penuh pemain.
Selain aspek teknis, manajemen internal juga menjadi pertimbangan. Palace kemungkinan akan menegosiasikan kompensasi dengan hati-hati, mengingat sisa kontraknya singkat. Chelsea harus menyiapkan pendekatan yang tepat agar proses transfer tidak memunculkan konflik.