Roberto De Zerbi sebelumnya hampir menjadi manajer Chelsea jika Maresca tidak ditunjuk. Ia memiliki reputasi kuat berkat pencapaiannya di Brighton dan Marseille, khususnya dalam membangun tim menyerang dengan filosofi yang jelas.
Karakter De Zerbi yang tegas kadang menimbulkan gesekan dengan pemilik klub, seperti yang terjadi di Brighton. Hal ini menjadi pertimbangan utama, karena Chelsea memiliki sejarah manajemen yang ketat dan kontrol tinggi terhadap manajer.
Meski begitu, kemampuan taktis De Zerbi dan pengalaman di level Eropa membuatnya tetap menjadi kandidat yang menarik.
Jika berhasil menyamakan visi dengan pemilik, ia bisa membawa pendekatan progresif yang mendukung filosofi jangka panjang klub.
Kekuatan De Zerbi terletak pada pengembangan pemain muda dan adaptasi strategi terhadap lawan. Ini sesuai dengan kebutuhan Chelsea untuk membangun tim modern dan kompetitif, baik di Premier League maupun kompetisi Eropa.
BACA JUGA:Chelsea Keok, Ini Alasan Enzo Maresca Ganti Liam Delap dengan Nicolas Jackson
BACA JUGA: Chelsea vs Betis: Reuni Maresca dan Pellegrini di Final UEFA Conference League
6. Xavi
Xavi Hernandez jadi kandidat pengganti Enzo Maresca di Chelsea-Joan Valls-Getty Images
Xavi, mantan pelatih Barcelona, memiliki pengalaman lebih dari 200 pertandingan sebagai manajer, termasuk memenangkan La Liga 2022–23.
Ia dikenal sukses dalam mengembangkan pemain muda, termasuk Lamine Yamal, dan memiliki pemahaman mendalam soal pengelolaan tim di level tertinggi.
Meskipun sempat menangani klub di Qatar, pengalaman Eropa Xavi relatif baru. Ia masih belajar menghadapi kompetisi tingkat tinggi seperti Premier League, namun latar belakangnya menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan besar.
Kelebihan Xavi adalah kombinasi pengalaman menang di level tertinggi dan kemampuan membimbing pemain muda, yang sejalan dengan proyek jangka panjang Chelsea.
Filosofi bermainnya menekankan penguasaan bola, kreativitas, dan pembangunan tim secara berkelanjutan.
Jika berhasil direkrut, Xavi bisa menjadi manajer yang menyatukan filosofi pembangunan jangka panjang dan pengalaman kompetitif. Ia menjadi kandidat ideal bagi Chelsea yang mencari stabilitas, pengembangan pemain muda, dan hasil maksimal di lapangan. (*)
BACA JUGA:Rekor Hansi Flick Lebih Buruk dari Xavi Hernandez, Setengah Musim Kalah 5 Kali
BACA JUGA:MU Pecat Erik Ten Hag, Xavi Hernandez OTW Old Trafford?