BACA JUGA:Leonardo DiCaprio Batal Terbang ke Palm Springs Gara-Gara Aksi Militer AS di Venezuela
BACA JUGA:Maduro Ditangkap, Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Wapres Delcy Jadi Presiden Interim
NEGARA AGAK LAIN
Tidak ada negara di dunia modern yang sibuk berperang di luar negara mereka sendiri kecuali AS. Negara itu memang agak lain. Kita catat keterlibatan AS dalam perang di luar negeri sejak
usainya Perang Dunia II. Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Teluk, Perang Kosovo, Perang Irak, serta berbagai intervensi militer AS di sejumlah negara seperti Suriah, Libya, Somalia, Sudan, dan Afghanistan.
Penegakan demokrasi dan mengembalikan perdamaian di sebuah negara adalah alasan normatif dan klise yang menjadi narasi utama dalam setiap agresi militer AS ke negara berdaulat lainnya.
BACA JUGA:AS Cabut Pembatasan Ruang Udara Karibia Pasca Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
BACA JUGA:10 Fakta Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Trump
Namun, motif utama AS adalah ekonomi. Baik untuk kepentingan penjualan senjata maupun ingin menguasai ladang minyak dan kekayaan alam lainnya.
Sejarah mencatat, tuduhan George W. Bush bahwa Irak menyimpan senjata pemusnah massal tidak terbukti. Kondisi sosial ekonomi Irak tidak lebih baik setelah Saddam Hussein jatuh dan dihukum mati.
Begitu pula Libya, kehidupan rakyatnya tidak lebih baik setelah jatuhnya Moammar Qadafi. Melihat fakta yang terjadi di Irak dan Libya, kita bisa menyimpulkan bahwa AS tidak pernah peduli dengan kehidupan masyarakat di negara yang mereka invasi.
AS, siapa pun presidennya, hanya peduli kepada kepentingan negara mereka sendiri. AS adalah contoh hipokrisi sebuah negara dalam dunia modern saat ini.
BACA JUGA:8 Fakta Tentang Venezuela setelah Nicolas Maduro Ditangkap
BACA JUGA:Warga Diaspora Venezuela Rayakan Penangkapan Maduro, Thank You Trump!
PENANGKAPAN MADURO
Lupakan justifikasi pemerintah AS mengapa menyerang Venezuela dan menangkap Nicolas Maduro.