Septic Arthritis, Penyakit Sendi yang Bikin Anak Mogok Jalan akibat Infeksi Patogen

Selasa 06-01-2026,14:00 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Septic arthritis atau peradangan sendi bisa terjadi pada anak-anak. Penyakit itu disebabkan infeksi bakteri, jamur, atau virus.

Gejala septic arthritis pada anak ditandai dengan perubahan perilaku. Seperti rewel, tiba-tiba mogok jalan, bengkak, kemerahan, jalannya menjadi pincang, dan demam. Mayoritas terjadi pada usia 0-4 tahun.

“Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri. Seperti Staphylococcus sp., Streptococcus sp., hingga mycobacterium tuberculosis. Bakteri itu masuk ke tubuh bisa melalui saluran napas, luka terbuka, atau bahkan gigitan binatang,” jelas dr. Luh Gede Djatu Anggitadewi, Sp.OT, dokter spesialis ortopedi dari RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Salah satu temuan paling berkesan bagi dr. Anggi adalah ketika menemui pasien yang pernah mengalami infeksi amandel berulang. Lalu menyerang persendian. Streptococcus sp. merupakan bakteri pemicunya. 

BACA JUGA:Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia: Kenali, Cegah, dan Rawat Sejak Dini

BACA JUGA:Mengenal Dislokasi Sendi dan Cara Penanganannya


Ilustrasi anak sedang belajar berjalan. - Ilmi Bening - Harian Disway

“Kumannya yang mulanya ada di tenggorokan, menyebar lewat aliran darah ke persendian,” tambahnya. Kebanyakan septic arthritis menyerang persendian di area lutut atau panggul. 

Dalam kasus seperti itu, dokter harus memberikan pengobatan di area terkena infeksi dan sumber asal infeksi itu.

Anak-anak yang belum bisa mengungkap keluhan secara verbal biasanya akan menunjukkan pertanda. Seperti rewel, tidak mau berjalan, sering minta digendong, demam, serta bengkak di area persendian. 

Deteksi septic arthritis bisa melalui cek darah di laboratorium untuk mengetahui infeksi. Ditambah dengan pemeriksaan radiologi. Seperti USG, MRI, dan Rontgen.

BACA JUGA:5 Makanan yang Mengandung Vitamin D3, Mampu Perkuat Tulang dan Cegah Infeksi Pernafasan

BACA JUGA:Manfaat dan Risiko Konsumsi Suplemen Kalsium dan Vitamin D secara bersamaan

Anggi menyebut salah satu pertanda lain yang bisa menjadi acuan diagnosa septik arthritis. Selain gejala secara fisik dan perilaku, gejala lainnya adalah nilai titer ASTO yang tinggi. Uji ASTO berfungsi untuk mengukur seberapa banyak antibodi yang melawan bakteri Streptococcus sp.

“Rontgen bisa tidak digunakan di awal. Karena biasanya tidak terlihat. Standar deteksinya adalah USG Muskuloskeletal. Dengan USG, kita bisa melihat adanya cairan atau pembengkakan di dalam sendi dengan sangat jelas,” ujar Anggi.

Kategori :