“Ancaman saat ini tidak hanya berbasis agama. Ada sayap kanan non-agama, bahkan ada yang hanya meniru atau copycat dari berbagai ideologi,” ujarnya.
BACA JUGA:Total ada 7 Orang yang Diamankan Densus 88 Selama Kunjungan Paus Fransiskus
BACA JUGA:Densus 88: 2 Terduga Teroris di Jakarta Barat Unggah Propaganda ISIS di Medsos
Dalam banyak kasus, sasaran kekerasan justru berada di lingkungan sekolah. Densus menemukan latar belakang personal bermasalah seperti bullying, lingkungan pergaulan, atau kondisi keluarga menjadi faktor yang membuat anak rentan terpapar.
Densus 88 menekankan pentingnya peran orang tua, masyarakat, dan media dalam pencegahan dini agar paparan ideologi kekerasan terhadap anak dapat dihentikan sebelum berkembang lebih jauh. (*)