Sehingga tanpa kerangka sinematik yang menopang, game itu punya tantangan besar untuk membuat tokoh Blade jadi ikonik.
Masalah semakin kompleks jika melihat rekam jejak Arkane dalam beberapa tahun terakhir. Kegagalan Redfall, game vampir kooperatif besutan Arkane Austin, meninggalkan noda pada reputasi studionya.
BACA JUGA:3 Fakta Menarik Serial Ironheart: Jadi Debut Villain Terbaru Marvel, The Hood
BACA JUGA:Sinopsis Ironheart: Perjalanan Riri Williams Menjadi Pahlawan Baru Marvel, Tayang 25 Juni di Disney+
Meski Arkane Lyon dan Arkane Austin memiliki tim dan kepemimpinan berbeda, publik tetap menempatkan Marvel’s Blade sebagai ujian penting bagi nama besar Arkane.
Tanpa film MCU yang mendampingi, Marvel’s Blade menjadi sorotan tunggal bagi karakter antihero tersebut.
Blade dikenal sebagai figur gelap dengan akar horor gotik, penuh kekerasan, dan nuansa dewasa. Karakter itu tidak selalu mudah dipasarkan ke khalayak luas. Namun, justru di situlah keunikannya.
Arkane dituntut untuk tidak mengubah Blade menjadi pahlawan Marvel generik. Melainkan mempertahankan identitas keras dan kelam yang membedakannya dari karakter lain.
BACA JUGA:Marvel Tokon: Fighting Soul, Kombinasi Epik Superhero Rasa Anime
BACA JUGA:Mengenal Thunderbolts, Tim Para Villain Dalam Semesta Marvel
Secara konsep, game Blade modern idealnya mengeksplorasi konflik batin antara sisi manusia dan vampir dalam diri sang Daywalker.
Status Blade sebagai pemburu vampir setengah manusia membuka peluang mekanik unik. Mulai dari perburuan investigatif di siang hari hingga pertarungan brutal di malam hari.
Pendekatan naratif yang dewasa, dengan tema moral abu-abu dan isolasi sosial, berpotensi membuat Marvel’s Blade tampil berbeda di tengah pasar game superhero yang kian padat.
Meski belum debut di film, penampilan Blade Knight di Marvel Zombies sangat mencuri perhatian. --IGN
Di sisi lain, banyak pihak menilai Arkane justru menjadi studio yang tepat untuk tugas itu. Rekam jejak Dishonored dan Prey menunjukkan kemampuan Arkane membangun atmosfer kuat, desain level imersif, serta gameplay yang inovatif. Sehingga membebaskan pemain untuk bereksplorasi.
BACA JUGA:Mengenal 5 Thunderbolts di Komik Marvel, Kisah Penebusan dan Kontradiksi Moral