Iran Gempur Bandara Ben Gurion dengan Rudal Seberat Satu Ton

Iran Gempur Bandara Ben Gurion dengan Rudal Seberat Satu Ton

Foto kolase menunjukkan rudal Khorramshahr-4 dalam proses peluncuran (kanan) dan Bandara Ben Gurion di Israel. Iran mengumumkan penggunaan rudal seberat 1 ton ini dalam gelombang serangan Janji Sejati 4 gelombang ke 19-Tasnim News, X (Twitter)-

TEHERAN, HARIAN DISWAY – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan gelombang serangan ke-19 dalam Operasi "True Promise 4" dengan menargetkan jantung pertahanan Israel pada Kamis dini hari, 5 Maret 2026.

Sasaran utama dalam operasi ini adalah Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv dan pangkalan udara strategis di sekitarnya.

Berdasarkan pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita Tasnim, IRGC mengerahkan rudal strategis jenis Khorramshahr-4 yang masing-masing membawa hulu ledak seberat satu ton. Serangan yang dimulai saat fajar dengan sandi "Ya Hassan ibn Ali" ini menyasar pusat kota Tel Aviv, Bandara Ben Gurion, serta markas Skadron ke-27 Angkatan Udara Israel yang berlokasi di area bandara tersebut.

Tembus Lapis Pertahanan Udara

BACA JUGA:Iran Marah AS Tenggelamkan Kapal Fregat IRIS Dena: Anda Akan Menyesal!

BACA JUGA:IAEA: Belum Ada Bukti Iran Bangun Bom Nuklir

Pihak IRGC mengeklaim bahwa rudal-rudal berat tersebut, yang diluncurkan bersamaan dengan kawanan drone serbu, berhasil menembus berbagai lapisan pertahanan udara regional maupun internal di wilayah pendudukan. "Serangan ini menciptakan neraka yang nyata bagi para agresor," sebut pernyataan tersebut.

Selain serangan rudal ke Tel Aviv, Angkatan Darat Iran mengonfirmasi telah melakukan serangan drone terpisah yang menargetkan situs radar Meron di wilayah utara Israel. IRGC menegaskan bahwa koordinasi lintas angkatan ini telah mengubah aturan main (rules of engagement) di luar kalkulasi militer Amerika Serikat maupun Israel.

Serangan Serentak ke Pangkalan AS di Teluk

BACA JUGA:Dampak Perang Iran dan Kemesraan AS-Inggris: Inggris Tak Lagi Setia Seperti Dulu

BACA JUGA:Saudi Siap Ambil Semua Langkah Hadapi Eskalasi Perang AS–Israel vs Iran

Sebelum gelombang ke-19 ini, IRGC melaporkan telah menyelesaikan gelombang ke-18 yang menyasar 20 target militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Dalam pernyataan penutupnya, IRGC memberikan peringatan keras kepada personel militer AS yang disebutnya mencoba bersembunyi di fasilitas sipil. "Mundurnya tentara Amerika secara pengecut dari pangkalan regional mereka untuk bersembunyi di hotel-hotel negara tuan rumah tidak luput dari pantauan intelijen IRGC. Para pejuang pemberani kini bersiaga untuk memburu setiap prajurit invasi AS. Tidak akan ada tempat untuk melarikan diri," tegas pernyataan itu.

Sementara itu, serangan Iran ini terjadi di hari yang sama saat penerbangan repatriasi (pemulangan) warga Israel dari luar negeri yang terdampar akibat perang Timur Tengah.  Penerbangan repatriasi tersebut mendarat di Bandara Ben Gurion, yang masih tertutup bagi lalu lintas komersial.

Penerbangan pertama yang dioperasikan oleh maskapai nasional Israel, El Al, tiba dari Athena, dan penerbangan kedua yang dioperasikan oleh Israir tiba dari Roma, demikian pengumuman kementerian transportasi. Masing-masing pesawat membawa 170 penumpang.

Menteri Transportasi Miri Regev sebelumnya mengatakan pada awal pekan ini bahwa wilayah udara Israel akan dibuka kembali "secara bertahap" pada malam hari antara hari Rabu dan Kamis. Meskipun demikian, wilayah udara tersebut tetap tertutup untuk lalu lintas komersial.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: