Digitalisasi bisa menjadi pintu masuk. Bukan untuk menyingkirkan manusia. Tapi, merapikan relasi. Kalau itu bisa dilakukan, parkir tak lagi jadi sumber gaduh. Dari parkir melahirkan warisan baru pemimpinnya.
Dulu pernah ada wali kota got karena bisa mengatasi banjir. Wali kota paving dan pasar karena program pavingisasi jalan kampung dan menertibkan pasar. Juga, wali kota taman karena memperindah Kota Surabaya.
Melalui penataan parkir, kelak bisa lahir julukan baru ”Wali Kota Parkir”. Lewat penataan parkir liar, sekaligus berharap agar Surabaya bisa naik kelas. Menjadi kota yang tertib, adil, dan tetap manusiawi.
Ayo, Pak Wali! Gasss terus…. (*)