Ia menilai kolaborasi ini berpotensi memperbesar dominasi Google, yang sebelumnya sudah menguasai Android dan Chrome. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Apple maupun Google terkait pernyataan Musk tersebut.
Menariknya, kritik Musk muncul di tengah sorotan terhadap xAI, perusahaan AI miliknya, yang belakangan menuai kontroversi akibat kasus pembuatan gambar tak pantas oleh Grok. Situasi ini menambah dinamika persaingan di industri kecerdasan buatan yang kian sengit.
Dengan kolaborasi ini, Apple menegaskan pendekatan pragmatisnya dalam pengembangan AI, yakni menggandeng mitra dengan teknologi paling matang. Publik kini menanti apakah langkah ini benar-benar mampu mengubah Siri menjadi asisten digital yang setara, atau bahkan melampaui, para pesaingnya.(*)