Banjir Rendam Pati, Jepara, dan Kudus, Ribuan Rumah Terdampak

Banjir Rendam Pati, Jepara, dan Kudus, Ribuan Rumah Terdampak

Warga Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati berjalan di tengah banjir yang meredam akibat hujan deras sejak Jumat, 9 Januari 2026 lalu-BNPB-

HARIAN DISWAY – Bencana banjir dan tanah longsor dilaporkan masih merendam sejumlah titik di wilayah Muria Raya yang meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati. Kondisi yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak Jumat, 9 Januari 2026 tersebut menyebabkan tanggul jebol, ribuan rumah tergenang, hingga jatuhnya korban jiwa.

Kabupaten Kudus mengalami dampak paling kompleks dengan kombinasi bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di sembilan kecamatan. Sebanyak 127 titik longsor tersebar di 14 desa di wilayah Kecamatan Bae, Dawe, dan Gebog. Akibatnya, satu warga meninggal dunia, 1.115 jiwa terdampak, dan 164 orang terpaksa mengungsi.

Sementara itu, banjir merendam pemukiman di enam kecamatan, yaitu Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Kaliwungu, dan Jati. Luapan Sungai Piji dengan ketinggian air mencapai 30-100 sentimeter berdampak pada 48.190 jiwa dan menyebabkan dua orang meninggal dunia. Selain merendam 12.528 rumah, banjir juga menggenangi lebih dari 2.700 hektar sawah.

BACA JUGA:Pembangunan Huntara Bagi Korban Banjir Aceh Timur Dikebut

BACA JUGA:Terobos Banjir Jakarta, Politisi PDIP Jatim Hadiri Rakernas I di Ancol

Di Kabupaten Jepara, banjir setinggi 50-60 sentimeter menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Mayong, termasuk Desa Kuanyar. Warga bersama personel BPBD saat ini masih berupaya memperbaiki tanggul yang rusak secara manual menggunakan karung sak.

Bencana tanah longsor juga melanda tiga kecamatan di Jepara, yakni Pakisaji, Keling, dan Nalumsari, yang berdampak pada 3.642 jiwa. Akibat material longsor yang memutus akses jalan, distribusi logistik ke Desa Tempur harus dilakukan secara estafet menggunakan kendaraan roda dua. Hingga Rabu, 14 Januari 2026, tim gabungan masih terus membersihkan longsoran dan membangun jalan darurat.


Banjir di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati akibat hujan deras sejak Jumat lalu -BNPB-

Kabupaten Pati mencatat dampak luasan bencana terbesar dengan 84 desa di 17 kecamatan terendam banjir dan longsor. Berdasarkan data tim reaksi cepat, terdapat 300 KK terdampak dan 380 warga yang mengungsi.

Kerusakan infrastruktur di Pati dilaporkan cukup masif, mencakup satu jembatan putus, satu tanggul jebol, hingga rusaknya puluhan fasilitas pendidikan dan ibadah. Pemerintah setempat telah mendirikan dapur umum di kantor BPBD dan Desa Bulumanis Kidul untuk melayani pengungsi. Saat ini, jalur Sukolilo-Sumbersoko dialihkan sementara karena tertutup material longsor.

BACA JUGA:12 Perusahaan Diduga Picu Banjir dan Longsor di Sumatra, Sanksi Administratif hingga Pidana Disiapkan

BACA JUGA:Menkeu Kembalikan Dana Efisiensi Rp1,6 Triliun untuk Pemulihan Banjir Aceh

Sebagai langkah penanganan darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dipusatkan dari Lapangan Udara Ahmad Yani, Kota Semarang, mulai Kamis, 15 Januari 2026. Dalam operasi ini, satu unit pesawat Caravan dengan registrasi PK-SNP telah memulai penyemaian pertama pada pukul 06.00 WIB dengan target awan sasaran di perairan utara Semarang. Langkah ini diambil untuk mereduksi curah hujan yang terpantau masih sangat tinggi di wilayah terdampak, yakni Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara.

 

Selain dukungan OMC, BNPB juga menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke tiga kabupaten tersebut untuk melakukan asesmen lapangan. Tim yang dipimpin oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, bertugas menindaklanjuti temuan di lapangan menjadi rencana penanganan darurat selanjutnya guna mempercepat pemulihan di wilayah Muria Raya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: