Tanah Bergerak di Sukabumi: 114 Rumah Rusak, Ratusan Warga Mengungsi

Tanah Bergerak di Sukabumi: 114 Rumah Rusak, Ratusan Warga Mengungsi

Bencana tanah bergerak di Bantargadung, Sukabumi, akibatkan 114 rumah rusak dan ratusan warga mengungsi. Status Tanggap Darurat berlaku hingga 10 Maret 2026.--

HARIAN DISWAY - Fenomena tanah bergerak yang dipicu oleh peningkatan intensitas hujan sejak Rabu, 4 Maret mengakibatkan 114 unit rumah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kerusakan.

Berdasarkan data mutakhir pada Jumat, 6 Maret, dampak kerusakan mencakup 70 unit rumah kategori rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 18 unit rusak ringan.

Sementara, 9 unit rumah lainnya dilaporkan dalam kondisi terancam. 

Sebanyak 134 KK atau sekitar 475 jiwa terdampak bencana di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling. Akibat kondisi bangunan yang tidak stabil dan faktor keamanan, 120 KK atau sekitar 407 jiwa terpaksa mengungsi. 

Selain merusak pemukiman warga, bencana ini juga melumpuhkan akses jalan dan merusak satu fasilitas pendidikan di lokasi tersebut. 

BACA JUGA: Pengungsi Turun 99,63 Persen, DPR Puji Kinerja Satgas PRR Tangani Bencana di Sumatera 

BACA JUGA: Banjir Lahar di Magelang: 2 Orang Tewas, Dua Lainnya Masih Hilang 

Menanggapi situasi ini, Bupati Sukabumi mengeluarkan SK Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026 yang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak. 

Status ini berlaku selama satu pekan, yaitu dari tanggal 4 hingga 10 Maret 2026.

Langkah ini diambil guna mengoptimalkan koordinasi antarinstansi serta mempercepat proses penanganan darurat di lokasi bencana. 

Upaya kaji cepat dan pendataan mendalam terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta instansi terkait di lokasi bencana. 

Guna memastikan bantuan layanan bagi penyintas tersalurkan dengan baik, sebuah Posko Tanggap Darurat Bencana telah resmi didirikan sebagai pusat koordinasi. 

BACA JUGA: Breaking News! Gempa 5.0 Magnitudo Guncang Maluku Sore Ini 

BACA JUGA: Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Disertai Awan Panas Guguran

Tim gabungan yang melibatkan perangkat desa, relawan, dan masyarakat, saat ini sedang berfokus untuk memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi. 

Prioritas utama bantuan meliputi bahan logistik dapur umum, air bersih, perlengkapan khusus bayi dan lansia, serta peralatan tidur. 

Guna mencegah jatuhnya korban jiwa, BNPB menghimbau warga di daerah rawan untuk tetap waspada terhadap potensi gerakan tanah, terutama saat hujan turun dengan durasi yang panjang.

Warga diminta untuk segera mengikuti instruksi yang diberikan oleh petugas setempat jika situasi dinilai membahayakan.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: bnpb