Filantropisme dan Komitmen Kemanusiaan di Negeri Rawan Bencana
ILUSTRASI Filantropisme dan Komitmen Kemanusiaan di Negeri Rawan Bencana.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
MUSIBAH bencana alam di negeri tercinta seperti datang silih berganti. Pada penghujung 2025 dan awal 2026, bencana alam dalam berbagai bentuk terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan daerah lain penjuru negeri tercinta.
Dari berbagai bencana alam yang terjadi itu, perhatian publik terutama tertuju pada bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Hal itu karena bencana alam yang terjadi di tiga provinsi tersebut berskala besar dan menimbulkan ribuan korban jiwa.
Melihat dampak yang diakibatkan, beberapa kalangan mengusulkan agar musibah di tiga provinsi pulau Sumatera itu ditetapkan sebagai bencana nasional. Namun, pemerintah dengan banyak pertimbangan memilih tidak menetapkan musibah yang dahsyat itu menjadi bencana nasional.
BACA JUGA:Budaya Filantropi
BACA JUGA:Filantropi, Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional yang (Masih) Terlupakan
Pemerintah memilih lebih fokus untuk melakukan percepatan pemulihan bencana. Semua elemen bangsa dari instansi pemerintah pusat dan daerah, organisasi keagamaan, organisasi politik, serta berbagai kelompok masyarakat bersinergi untuk membantu korban bencana.
Bantuan dalam berbagai bentuk juga datang dari lembaga-lembaga internasional. Semua bantuan penting untuk mempercepat pemulihan kehidupan di lokasi bencana.
Bukan hanya korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan bangunan fisik, rangkaian bencana alam juga menghadirkan trauma yang mendalam. Kondisi itu meniscayakan pentingnya penanganan yang lebih komprehensif terhadap korban bencana, termasuk penyembuhan perasaan traumatik (traumatic healing).
BACA JUGA:Resolusi 2026, Mengkaji Kegagalan Kebijakan di Balik Bencana
Langkah itu penting karena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, tanah longsor, dan puting beliung seakan terus terjadi di sejumlah daerah.
NILAI FILANTROPISME
Yang membanggakan, rangkaian kejadian bencana alam itu telah menumbuhkan kesadaran pada pentingnya nilai-nilai kemanusiaan. Tengoklah komitmen kemanusiaan sesama anak bangsa ketika terjadi bencana alam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: