Seluruh upaya tersebut diarahkan agar layanan kereta api dapat kembali beroprasi secara normal dan aman secepat mungkin.
BACA JUGA:Kecelakaan Kereta Api Prambanan: Tabrak Mobil dan Motor di Perlintasan, 3 Orang Meninggal
BACA JUGA:Pupuk Indonesia Turun Tangan Pulihkan Sawah Pascabanjir Sumatera, Salurkan 10 Ton Pupuk Nonsubsidi
Lokomotif CC300 yang digunakan dalam penangnan ini merupakan sarana milik DJKA yang berasal dari Balai Perawatan Perkeretaapian dan diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA).
Sarana tersebut dikenal memiliki keandalan untuk digunakan dalam kondisi darurat, termasuk untuk menembus genangan air di lintasan rel.
Allan menegaskan bahwa langkah-langkah penanganan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan keselamatan transportasi perkeretaapian.
Sembari menunggu kondisi banjir sepenuhnya surut, seluruh personel di lapangan diminta untuk terus mengedepankan kehati-hatian dalam setiap tahap operasional.
Lebih lanjut, Allah mengimbau kepada seluruh pihak untuk berhati - hati dalam melakukan perjalanan di tengah tantangan cuaca ekstrem.
"Kami akan terus memastikan layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin, sementara itu masyarakat kami harap dapat terus memantau informasi perjalanan kereta api kepada operasi terkait," tutup Allan.(*)