BACA JUGA:Peluncuran Buku Ramadan Tak Terlupakan: Ketika Kisah Pribadi Menjadi Inspirasi
BACA JUGA:Apakah Ramadan Benar-Benar Meninggalkan Kita?
Perbedaan sebagai Keniscayaan dalam Tradisi Islam
Para pengamat falak menilai bahwa perbedaan awal Ramadan merupakan keniscayaan dalam tradisi keilmuan Islam. Selama keputusan diambil berdasarkan metode yang sah.
Pun, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syar’i. Maka, dalam konteks tersebut, perbedaan-perbedaan itu tetap berada dalam koridor yang dibenarkan.
Meski begitu, esensi Ramadan tetap sama. Yakni meningkatkan ketakwaan, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga ukuwah Islamiyah di tengah keberagaman umat.(*)
*)Mahasiswa magang dari Prodi Aqqidah dan Filsafat Islam, UINSA.