SURABAYA, HARIAN DISWAY- Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya meminta masyarakat untuk cermat saat membayar transaksi parkir melalui QRIS.
Kepala UPT Parkir Dishub Surabaya, Jeane Mariane Taroreh mengatakan, ada beberapa langkah untuk mengetahui status QRIS pembayaran parkir. ”Pertama soal lokasi parkir,” katanya pada Harian Disway. Setiap akan melakukan scan, pengguna jasa parkir bisa melihat alamat yang tertera di atas barcode. Kesesuaian alamat dengan lokasi parkir menunjukkan bahwa barcode dalam pembayaran QRIS asli. Kedua, setelah melakukan scan dan transaksi pembayaran, akan muncul BBP BLUD UPT PARKIR TJU. ”Dan baru ketika pengguna jasa parkir meminta struk bukti pembayaran, akan muncul kata Dishub Surabaya,” paparnya. BACA JUGA:Eri Cahyadi Dorong Pengusaha di Surabaya Beralih ke Parkir Digital: Meminimalisir Konflik dan Premanisme BACA JUGA:Paguyuban Jukir Surabaya Minta Parkir Digital Ditunda, Sebelum Regulasi dan Sosialisasi Dibuat Pemkot Surabaya Jeane menyebut, saat ini Dishub Surabaya telah memetakan 1.510 titik parkir. Yang dibagi menjadi beberapa zona. Saat ini Dishub sedang melakukan validasi data petugas parkir alias jukir. Untuk aktivitas ATM dan pasangan aplikasi smart parking Solution di gawai pada jukir. Jeane memastikan, sistem ini sudah jauh lebih baik dibandingkan parkir tunai. Sebab lewat skema ini, pembagian hasil langsung terjadi setelah pelanggaran membayarkan transaksi parkir. ”40 persen untuk jukir. Dan 60 persen untuk Pemkot,” kata Jeane. Dengan ini, harapannya parkir di Surabaya ke depan lebih transparan. Sebelumnya, kasus QRIS palsu yang disodorkan jukir sempat membuat geger dunia sosial. Sebab, QRIS yang disodorkan jukir di jalan Tanjung Anom ternyata bukan milik Dishub Surabaya. Namun, milik sebuah warung. Kondisi itu membuat Dishub langsung melakukan tindakan. Dengan memberikan sanksi pada jukir di lokasi tersebut. Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengapresiasi sikap warga yang kritis dan peduli terhadap mekanisme pembayaran parkir digital. “Kami mengapresiasi warga Kota Surabaya yang kritis dan peduli, khususnya dalam menanyakan penerapan pembayaran parkir non tunai,” katanya. Ia menegaskan, juru parkir resmi telah dibekali atribut khusus sebagai penanda legalitas. Atribut tersebut meliputi rompi dengan warna merah, peluit, serta kartu tanda anggota yang dipakai dan terlihat jelas oleh masyarakat. “Jika petugas parkir telah memenuhi ketentuan tersebut, barulah masyarakat dapat menanyakan mekanisme pembayaran non tunai,” jelasnya. (*)Tiga Langkah Pastikan QRIS Parkir Surabaya Asli, Ini Tipsnya
Kamis 22-01-2026,22:07 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Noor Arief Prasetyo
Tags : #upt parkir surabaya
#tarif parkir surabaya
#qris palsu
#pembayaran parkir digital
#parkir qris surabaya
#parkir nontunai
#juru parkir resmi
#dishub surabaya
#barcode parkir asli
Kategori :
Terkait
Selasa 23-06-2026,19:26 WIB
Dishub Surabaya Tingkatkan Kompetensi Juru Parkir Melalui Diklat
Sabtu 13-06-2026,20:47 WIB
Dishub Surabaya Hentikan 163 Jukir Bandel, Tunjukan Kenaikan PAD
Minggu 10-05-2026,14:51 WIB
Peringati Hari Jadi Surabaya, Pemkot Pangkas Tarif Parkir Jadi Rp733
Selasa 07-04-2026,18:02 WIB
PJS Soroti Skema Bagi Hasil dan Asuransi dalam Penerapan Parkir Digital Surabaya
Selasa 07-04-2026,17:14 WIB
Percepat Pengadaan, Dishub Pastikan Parkir Voucher Berlaku Akhir Bulan Ini
Terpopuler
Selasa 23-06-2026,11:45 WIB
Prediksi Skor Inggris vs Ghana, The Three Lions Bidik Tiket 32 Besar
Rabu 24-06-2026,04:20 WIB
Rating Pemain Portugal Usai Kalahkan Uzbekistan 5-0: Cristiano Ronaldo Bersinar!
Rabu 24-06-2026,05:25 WIB
Cristiano Ronaldo Cetak 3 Rekor, Jadi Pemain Pertama yang Cetak Gol di 6 Piala Dunia
Selasa 23-06-2026,10:48 WIB
Rating Pemain Prancis Usai Tumbangkan Irak 3-0: Lini Depan Gacor
Rabu 24-06-2026,03:50 WIB
Portugal vs Uzbekistan 5-0: Ronaldo Buka Puasa Gol, Selecao Das Quinas Pesta
Terkini
Rabu 24-06-2026,10:00 WIB
HP Hilang atau Dicuri, Hapus Data dari Jarak Jauh Sebelum Disalahgunakan!
Rabu 24-06-2026,09:54 WIB
Rating Pemain Kroasia yang Kalahkan Panama 1-0, Stanisic Terbaik!
Rabu 24-06-2026,09:51 WIB
Prabowo Ungkap Kebocoran Negara Rp2.500 Triliun per Tahun, Sebut Jadi Penyebab Anggaran Selalu Kurang
Rabu 24-06-2026,09:33 WIB
Era Baru Hubungan Indonesia-Rusia: Non-Aligned dalam Dunia Multipolar
Rabu 24-06-2026,09:30 WIB