BACA JUGA:Prediksi Skor Real Madrid vs AS Monaco: Update Kondisi, Head to Head, dan Susunan Pemain
BACA JUGA:Real Madrid vs Levante 2-0, Debut Arbeloa di Bernabeu Ternoda Caci Maki Fans
Tekanan Tinggi Madrid dan Cara Bangkit
Meski memahami konteksnya, Kroos tidak sepenuhnya membenarkan budaya mencemooh pemain sendiri.
Menurutnya, tekanan sebelum pertandingan justru menyulitkan tim untuk tampil maksimal.
“Jika Anda sudah dicemooh bahkan sebelum pertandingan dimulai, itu tentu tidak membuat segalanya lebih mudah untuk menang dan bermain baik,” ujarnya.
Namun Kroos mengakui bahwa situasi tersebut adalah bagian dari realitas bermain di Real Madrid.
“Inilah kondisi saat ini, dan memang tidak bagus. Satu-satunya jalan keluar adalah lewat hasil, sikap, dan permainan,” tambahnya.
Kekecewaan suporter Madrid dinilai wajar mengingat performa tim belakangan ini.
BACA JUGA:Prediksi Skor Real Madrid vs Levante, Update Kondisi, Head to Head, dan Susunan Pemain
BACA JUGA:Zinedine Zidane Ungkap Rahasia Menyatukan Real Madrid, Xabi Alonso Kurang Cocok
Kylian Mbappe menegaskan cemoohan fans Real Madrid seharusnya ditujukan ke seluruh tim, bukan hanya Vinicius atau Jude Bellingham.-Diego Souto-Getty Images
Beberapa hari sebelum laga melawan Levante, Madrid secara mengejutkan tersingkir dari Copa del Rey setelah kalah 3–2 dari Albacete, tim kasta kedua yang tengah berjuang di liga.
Kroos juga mengingatkan bahwa generasi emas Real Madrid pun pernah mengalami masa sulit. Ia mengenang kekalahan Madrid dari Alcoyano, tim divisi tiga, pada Copa del Rey 2021.
“Saya juga pernah tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi tiga. Segalanya tidak selalu sempurna, bahkan untuk generasi emas sekalipun,” kenangnya.
Bagi Kroos, kegagalan dan kritik adalah bagian dari perjalanan klub besar. Yang terpenting adalah bagaimana tim merespons tekanan tersebut dan membuktikan kualitas mereka di lapangan, sesuatu yang menurutnya selalu menjadi ciri khas Real Madrid. (*)