BACA JUGA:Menag Nasaruddin Hadiri Natal 2025 di Manado, Tegaskan Pesan Solidaritas dan Toleransi Beragama
BACA JUGA:Refleksi Kinerja 2025, Menag: Agama Harus Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa
“Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama Artificial Intelligence, supaya itu bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan peradaban kebudayaan. Bukan sebaliknya, justru akan memperlemah posisi peradaban yang substantif itu,” ungkap Menag.
Nasaruddin menyebut Indonesia mendapat pengakuan penting dalam forum tersebut.
“Indonesia disebut-sebut punya peran yang sangat strategis di masa akan datang,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak ulama besar dari berbagai negara menilai Indonesia sebagai negara yang aman dan ideal untuk mengembangkan sains dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam moderat. Pengakuan ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia.
"Indonesia ini dituntut dan ditantang untuk menjadi epicentrum baru untuk sebuah pengembangan peradaban dunia Islam modern,” tegasnya.
Dengan dukungan internasional tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat mengambil peran utama dalam mengarahkan perkembangan teknologi agar memberi dampak positif, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi peradaban dunia secara keseluruhan. (*)
*) Najwa Nabilla Rachmah, Peserta Magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.