Sukses! Operasi CABG Off Pump di RSPAL dr. Ramelan, Tak Perlu Mesin Jantung-Paru

Rabu 28-01-2026,10:44 WIB
Reporter : Amelia Puspa Ningrum*
Editor : Indria Pramuhapsari

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Terobosan teknologi medis memungkinkan banyak hal yang sebelumnya seperti mustahil. Tim bedah toraks kardiovaskular RSPAL dr. Ramelan Surabaya membuktikannya pada Kamis, 22 Januari 2026.

Tim berhasil melakukan operasi Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dengan teknik off pump. Itu adalah operasi bypass jantung tanpa menghentikan denyut jantung atau melibatkan mesin jantung-paru (cardiopulmonary bypass machine).

Operasi dilakukan terhadap pasien jantung koroner. Dalam kasus itu, pembuluh darah jantung pasien mengalami penyempitan sehingga membutuhkan tindakan bypass

Metode terbaru ini lebih efisien daripada prosedur umum yang menggunakan mesin bypass jantung. Selama operasi pun, jantung pasien tetap berdetak dan menjalankan aliran darah secara alami. 

BACA JUGA: Pengaruh Puasa terhadap Kesehatan Jantung dan Kolestrol

BACA JUGA: Tip Menjaga Jantung Sehat dan Kolesterol Stabil selama Puasa


TINDAKAN OPERASI CABG Off Pump pada pasien jantung koroner di RSPAL dr. Ramelan Surabaya pada Kamis, 22 Januari 2026. --Humas RSPAL dr. Ramelan Surabaya untuk Harian Disway

“Kalau kita menggunakan off-pump, jantung masih berdenyut, tapi kita tetap bisa melakukan bypass dengan baik. Keuntungannya banyak,” papar Laksamana Pertama TNI (Purn) dr. I D G Nalendra, Sp.B., Sp.B-TKV, saat diwawancarai Harian Disway di RSPAL dr. Ramelan Surabaya pada Jumat (23/1). 

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan utama teknik tersebut terletak pada pascaoperasi. Masa pemulihan pasien menjadi jauh lebih singkat. 

Pascaoperasi, pasien hanya perlu menjalani perawatan 1-2 hari di ICU, lalu bisa segera dipindahkan ke ruang rawat biasa. Berbeda dengan operasi bypass biasa yang membutuhkan perawatan ICU hingga lebih dari empat hari.

“Dengan jantung berdenyut, risiko inflamasi, infeksi, dan perdarahan bisa kita minimalkan. Darah tidak diputar lewat mesin sehingga sel darah tidak rusak,” tambah Nalendra yang ahli bedah toraks kardiovaskular itu. 

BACA JUGA: Manfaat Smartwatch untuk Kesehatan, Mampu Deteksi Dini Penyakit Jantung dan Parkinson

BACA JUGA: Hari Jantung Sedunia 29 September: Sejarah, Tema Peringatan dan Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Di samping itu, teknik off pump juga menekan risiko komplikasi setelah operasi. Sebab, operasi memanfaatkan teknologi cell saver.

Teknologi itu mengumpulkan darah pasien yang keluar saat operasi, disaring, dan dikembalikan ke tubuh pasien. 

Kategori :