Kedua, mengembangkan platform pembelajaran daring yang terintegrasi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya terbatas pada kawasan kampus baru.
Ketiga, membangun jaringan kerja sama dengan negara-negara lain di kawasan Asia untuk menciptakan kerjasama yang lebih luas dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan dan kesehatan di kawasan.
Kita harus melihat inisiatif itu bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan memiliki rasa cinta tanah air.
Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan yang baik, dan dukungan seluruh elemen bangsa, sepuluh kampus baru berstandar dunia itu berpotensi menjadi tonggak kemajuan pendidikan dan kesehatan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Wallahu a’lam Bisshawab. (*)
*) Imam Kusnin Ahmad, wartawan senior. Aktif di PW ISNU Jawa Timur.