Akses keuangan digital melalui teknologi finansial (fintech) dan pinjaman online (pinjol) kini tidak lagi sekadar soal transaksi, tetapi berdampak langsung pada kondisi psikologis penggunanya-Freepik-
Literasi Keuangan Jadi Penyangga Pertumbuhan
Ke depan, OJK memandang penguatan literasi dan inklusi keuangan sebagai faktor strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif pada 2026.
Melalui sinergi dengan TPAKD dan program nasional Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), jutaan masyarakat Jatim terus didorong untuk memahami dan memanfaatkan produk keuangan secara bijak.
Dengan stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga, likuiditas yang kuat, serta basis investor dan konsumen keuangan yang terus meluas, OJK optimistis sektor keuangan akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026. (*)