Tol Prosiwangi Ruas Paiton-Besuki Dibuka Terbatas Selama Arus Mudik, Gratis
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (PT JPB), resmi membuka jalur fungsional Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) segmen Gending-Paiton sepanjang 23,47 km. --
SURABAYA, HARIAN DISWAY- Tol Probolinggo-Banyuwangi (Prosiwangi) ruas Paiton-Besuki bakal dibuka untuk memenuhi arus mudik lebaran tahun ini, Rabu 11 Maret 2026.
Pembukaan tol secara fungsional itu bakal berlangsung pada Sabtu 14 Maret hingga 28 Maret mendatang.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Javid Hurriyanto mengatakan, pembukaan akses tol baru itu sebagai komitmen pemerintah memberikan fasilitas kepada masyarakat. Khususnya di momen mudik dan arus balik lebaran 2026. ”Di periode itu, tol bebas akses alias gratis,” katanya.
Dengan panjang ruas hingga 50 kilometer, akses tersebut bakal mempersingkat perjalanan masyarakat yang ingin ke ujung timur Pulau Jawa. ”Masyarakat bisa memanfaatkan akses ini selama mudik berlangsung,” katanya.
BACA JUGA:Tol Probowangi Ruas Gending-Besuki Dibuka H-10 Lebaran
BACA JUGA:Tol Probowangi Segmen Gending-Paiton Bisa Beroperasi di Momen Nataru
Meski dibuka, khusus untuk ruas Gending-Besuki atau Situbondo Barat, operasional tol akan dibatasi. Yakni mulai pukul 06.00-16.00 WIB saja. Setelah itu, tol akan kembali ditutup.
Selain itu, Javid menambahkan, untuk ruas tol baru segmen itu kendaraan yang boleh melintas juga terbatas. Yakni kendaraan kecil dengan tipe mobil saja. Di atas itu, kendaraan berat tak diperbolehkan melintas. ”Khusus untuk kendaraan golongan I,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Preservasi II BBPJN Jatim Bali Ayu Pertimasari Sekar Handayani mengatakan, akses terbatas itu dilakukan sesuai dengan kesiapan infrastruktur jalan tol. Meski, sudah layak dilalui kendaraan, masih ada beberapa infrastruktur pelengkap yang belum terpasang.
Misalnya soal lampu jalan. Di ruas baru itu, lampu penerangan jalan belum secara maksimal terpasang. Sehingga berkendara di malam hari menjadi berisiko.
Persoalan lain adalah sarana pendukung seperti rest area yang belum tersedia. Di sepanjang jalur yang membentang hingga 20 kilometer. ”Kami juga antisipasi titik lelah pemudik. Untuk itu, operasional terbatas diberlakukan,” paparnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: