HARIAN DISWAY - Mantan pemain Liverpool, Glen Johnson, menilai bahwa Xabi Alonso suatu hari nanti berpeluang menjadi manajer Liverpool, namun ia menegaskan bahwa spekulasi yang beredar saat ini terlalu berlebihan dan tidak adil bagi pelatih klub yang berjuluk The Reds itu saat ini, Arne Slot.
Alonso dan Johnson pernah bermain bersama di Liverpool pada era kepelatihan Rafael Benitez, sebelum gelandang asal Spanyol itu melanjutkan kariernya ke Real Madrid dan kemudian Bayern Munchen.
Kini, nama Alonso kembali ramai diperbincangkan setelah ia dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Real Madrid awal bulan ini, yang memicu rumor mengenai potensi kepulangannya ke Anfield.
Sebelum masa singkat dan sulitnya di Madrid, Alonso sempat mencuri perhatian Eropa berkat keberhasilannya membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga.
BACA JUGA:Zinedine Zidane Ungkap Rahasia Menyatukan Real Madrid, Xabi Alonso Kurang Cocok
BACA JUGA:Arne Slot Tetap Optimistis Meski Liverpool Imbang 4 Kali, Ini Alasannya
Liverpool dilaporkan telah menghubungi Xabi Alonso di tengah rumor pemecatan Arne Slot-Tangkapan Layar Instagram@xabialonso-
Prestasi tersebut mengangkat reputasinya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Dengan rekam jejak tersebut serta statusnya sebagai mantan pemain Liverpool, Alonso disebut-sebut sebagai sosok ideal di mata sebagian suporter.
Namun, Johnson menilai bahwa mengaitkan Alonso dengan kursi pelatih Liverpool saat ini terlalu dini, terutama karena Slot belum lama memberikan pencapaian besar bagi klub.
Arne Slot sendiri baru beberapa bulan lalu sukses mengantarkan Liverpool meraih gelar Premier League, sebuah prestasi yang menurut Johnson seharusnya tetap dihargai meski performa tim musim ini menurun.
BACA JUGA:Arne Slot Akui Liverpool Mustahil Finis 4 Besar Jika Tak Benahi Set-Piece
BACA JUGA:Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Hansi Flick Beri Respons Begini
Glen Johnson: Arne Slot Masih Layak Diberi Waktu
Musim kedua Slot di Inggris memang berjalan lebih berat. Liverpool saat ini tertinggal 14 poin dari puncak klasemen dan berada di posisi keenam, sebuah situasi yang memicu tekanan dan spekulasi mengenai masa depan sang pelatih.
Namun, Johnson menegaskan bahwa tekanan seperti ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pekerjaan di klub besar.