Wyndham Surabaya Angkat Konsep Pasar Malam Nusantara untuk Iftar Ramadan 2026

Jumat 30-01-2026,17:14 WIB
Reporter : Tira Mada
Editor : Noor Arief Prasetyo

Hotel Manager Wyndham Surabaya Rachmat Zulkarnain, menyebut program itu sebagai agenda tahunan. Ramadan menjadi momentum untuk menampilkan kekayaan kuliner Indonesia dalam satu panggung.

“Kami ingin menjadi destinasi utama bagi tamu yang ingin berbuka selama Ramadan dengan pengalaman kuliner unik,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberagaman budaya Indonesia menjadi inspirasi utama konsep tersebut. Kuliner dianggap sebagai pintu masuk paling hangat untuk merayakannya.

BACA JUGA:Keutamaan Berdoa di Bulan Syakban, Bekal Sambut Ramadan 2026


Program itu menjadi agenda tahunan hotel dalam menyambut Ramadan sekaligus mengangkat keberagaman budaya Nusantara.-Wyndham Surabaya City Centre-

BACA JUGA:Potensi Perbedaan Muhammadiyah dan Pemerintah Terkait Penetapan Awal Puasa Ramadan 2026

Program ini terbuka untuk umum. Harga yang ditawarkan Rp275.000 nett per orang.

Tersedia potongan harga bagi pemesanan lebih awal. Diskon 40 persen berlaku hingga 31 Januari 2026, lalu 30 persen untuk periode 1 hingga 15 Februari 2026.

Selain paket berbuka, tersedia pula opsi menginap. Paket Deluxe room dibanderol Rp1.275.000 dan sudah termasuk sahur atau sarapan serta iftar untuk dua orang.

Periode menginap berlaku mulai 18 Februari hingga 19 Maret 2026. Pilihan ini menyasar tamu yang ingin merasakan pengalaman Ramadan lebih lengkap.

BACA JUGA:Wyndham Surabaya Luncurkan Kamar Mewah 'Grand Deluxe' dengan Sentuhan Modern dan Ramah Lingkungan

BACA JUGA:Keceriaan Anak-anak Himatun Ayat Mewarnai Bersama Faber-Castell dan Wyndham Surabaya

Sebagai hotel yang berada di pusat kota, Wyndham Surabaya memiliki 292 kamar dan suite. Fasilitasnya meliputi restoran, lounge, kolam renang, hingga pusat kebugaran.

Hotel itu juga dilengkapi ruang pertemuan modern. Tidak sedikit agenda bisnis dan acara spesial digelar di sana.

Ramadan tahun ini kembali menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan gaya hidup urban. Pasar malam bukan lagi sekadar tempat jajan, tetapi juga ruang nostalgia yang dikemas dalam balutan yang lebih nyaman.

Bagi warga Surabaya yang ingin berbuka dengan suasana berbeda, konsep tersebut bisa menjadi alternatif. Setidaknya, ada alasan baru untuk menunggu azan magrib dengan lebih berwarna. (*)

Kategori :