Meski demikian, belum ada kesepakatan yang dicapai mengenai jumlah warga Palestina yang diizinkan masuk atau keluar, tambah sumber tersebut, seraya mencatat bahwa Mesir berencana untuk menerima semua warga Palestina yang diizinkan oleh Israel untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Meskipun perlintasan telah dibuka, situasi di lapangan tetap tegang. Hamas sempat menyerukan pembukaan penuh di kedua arah segera setelah pemulangan jenazah Gvili. Di sisi lain, kekerasan masih terus terjadi; badan pertahanan sipil Gaza melaporkan setidaknya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel pada hari Sabtu. Militer Israel mengklaim serangan tersebut merupakan balasan atas pelanggaran gencatan senjata oleh pejuang Palestina di kota Rafah pada hari Jumat.(*)