Trump Telepon Putin 1 Jam, Diminta Akhiri Konflik dengan Iran secara Diplomatik

Trump Telepon Putin 1 Jam, Diminta Akhiri Konflik dengan Iran secara Diplomatik

Ilustrasi percakapan telepon Vladimir Putin dan Donald Trump untuk membahas perang Israel-AS terhadap Iran pada Senin, 9 Maret 2026-Press TV & Voice of Article-

HARIAN DISWAY – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin, 9 Maret 2026.

Pembicaraan tersebut membahas sejumlah isu global, termasuk perang di Iran, konflik Ukraina, serta dampaknya terhadap pasar energi dunia.

Panggilan telepon itu menjadi percakapan pertama antara kedua pemimpin negara tersebut pada tahun ini. Menurut keterangan Kremlin, diskusi berlangsung sekitar satu jam dan berlangsung secara terbuka serta profesional.

BACA JUGA:Trump Klaim Perang Iran Bisa Segera Berakhir, AS Telah Capai Kemajuan Besar

BACA JUGA:Perang Iran Ganggu Persiapan, Irak Desak FIFA Tunda Laga Playoff PIala Dunia

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin negara juga membahas gagasan Rusia untuk mempercepat penyelesaian konflik di Iran melalui jalur politik dan diplomatik.

Selain itu, situasi militer di Ukraina serta perkembangan pasar minyak global turut menjadi topik pembicaraan.

Penasihat urusan luar negeri Presiden Rusia Yuri Ushakov menyebut percakapan antara Trump dan Putin berlangsung cukup substansial dan berpotensi memberi dampak pada hubungan kedua negara.

Trump sendiri menggambarkan pembicaraan tersebut berjalan positif. “Saya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Putin,” ucap Trump dalam konferensi pers di klub golfnya di Florida.

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp17 Ribu Per Dolar di Tengah Perang Iran–AS, Harga BBM Terancam Naik

BACA JUGA:Malam Takbiran Bisa Bersamaan dengan Nyepi di Bali, Kemenag Keluarkan Panduan Khusus

Ia menambahkan bahwa Putin menyampaikan keinginan untuk membantu dalam penyelesaian konflik di Iran. Namun Trump menilai Rusia seharusnya lebih dulu fokus pada penyelesaian perang antara Rusia dan Ukraina.

“Saya berkata, ‘Anda bisa lebih membantu dengan mengakhiri perang Ukraina-Rusia terlebih dahulu. Itu akan lebih membantu,’” jelas Trump.

Sementara itu, Putin sebelumnya memperingatkan bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat memicu krisis energi global. Ia menilai konflik yang meluas berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dan memicu lonjakan harga energi.

Presiden Rusia juga menegaskan bahwa negaranya siap meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada negara-negara yang dianggap sebagai mitra energi yang dapat diandalkan.

BACA JUGA:Kilang Minyak Bapco di Bahrain Terbakar, Diduga Diserang Drone Iran

BACA JUGA:Iran Serang Fasilitas Pemurnian Air Minum Bahrain, Pembalasan atas Qeshm

Selain itu, Rusia disebut sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian pasokan gasnya dari pasar Uni Eropa ke wilayah lain. Hal ini menyusul rencana Uni Eropa yang akan menghentikan impor gas Rusia secara penuh mulai tahun 2027.

Meski demikian, Putin mengatakan Rusia tetap membuka peluang kerja sama jika negara-negara Eropa berubah sikap terkait kebijakan tersebut.

Dalam pembicaraan tersebut, Rusia juga menyerukan penyelesaian konflik Iran melalui jalur politik dan diplomatik secepat mungkin. Moskow menilai langkah tersebut penting untuk mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Percakapan Trump dan Putin ini menunjukkan bahwa konflik di Iran tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global melalui pasar energi dan geopolitik internasional. (*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: