"Saya juga kalah di Aceh kan? Tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan. Nggak ada, tidak boleh ada permusuhan, tidak bolah ada sakit hati. Kalah-menang biasa, karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia," tegasnya.
BACA JUGA:Prabowo Ingin Reformasi Pasar Modal, Free Float Naik 15 Persen hingga Berantas Saham Gorengan
BACA JUGA:Mensesneg: Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi di Luar Agenda Partai
Melalui pernyataan tersebut, Prabowo ingin menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya berorientasi pada kepentingan nasional, penegakan hukum, dan persatuan bangsa sebagai modal utama pembangunan jangka panjang. (*)