Harga Rumah Second di Surabaya Turun

Senin 02-02-2026,17:26 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Doan Widhiandono

SURABAYA, HARIAN DISWAY-Anda yang punya duit? Dan belum punya rumah pertama? Ada kabar gembiri di tahun ini. Tahun 2026 bisa jadi tahun yang tepat untuk Anda membeli rumah second.

Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Jatim memberikan catatan atas peluang membeli rumah bekas itu. Salah satunya, koreksi harga lumayan besar di sektor properti, khususnya rumah di Surabaya. 

”Harga rumah bekas saat ini terkoreksi hingga 30 persen,” kata Ketua DPD Arebi Budiono Yuwono, kepada harian Disway, Senin, 2 Februari 2026.

Misalnya rumah yang dibeli baru seharga Rp1 miliar, kini dijual kembali oleh pemilik dengan harga sekitar Rp700 jutaan. Kondisi ini, kata Budiono terjadi di banyak lokasi di Surabaya. Mulai Surabaya timur, barat, hingga selatan. 

BACA JUGA:Ketika Harga Rumah di Surabaya Kian Tak Terjangkau (3): Hunian Menengah-Atas Masih Diminati

BACA JUGA:Ketika Harga Rumah di Surabaya Kian Tak Terjangkau (2): Harus Hunian Vertikal di Kawasan Bisnis

Ada beberapa penyebab mengapa harga rumah terkoreksi. Pertama, kondisi ekonomi. Kedua, ada hembusan lain untuk beralih ke investasi lain. Yang Anda sudah tahu: emas. 

Banyak orang yang menjual rumah saat ini karena terdesak kebutuhan. Misalnya soal tekanan keuangan keluarga sehingga mereka memilih untuk melepas aset mereka dengan harga miring. Bahkan bisa dibilang rugi jika dilihat dari itung-itungan dagang. 

Faktor lain, mereka yang memilih punya duit dan punya aset banyak. Dan ingin melepas properti mereka untuk dialihkan ke investasi lain. Seperti emas, yang harganya sedang naik terus ke melangit. 

Lalu mengapa terjadi diskon besar-besaran di rumah second itu, Budiono menyebut karena memang pemilik segera ingin melepas. Jika tetap dipertahankan dengan harga tetap atau lebih tinggi dibandingkan saat mereka membeli, tak akan laku. Daya beli masyarakat juga sedang lesu. 

Sementara untuk rumah baru, Budiono menyebut, saat ini memang masih ada peminat di Surabaya. Namun, jumlahnya tak bisa dibilang laku keras. 

Kondisi lesunya penjualan rumah baru itu sebenarnya juga telah dibaca oleh developer perumahaan di Surabaya. Yakni dengan peluncuran tipe-tipe rumah berukuran compact. 

”Harganya dibuat tetap, tapi sebenarnya ukurannya lebih kecil,” katanya. Strategi ini dibuat oleh pengembang untuk menarik mereka yang berduit untuk segera menentukan pilihan. Agar tak lama wait and see dalam menentukan rumah sebagai investasi. 

Melihat realitas itu, Budiono menyarankan bahwa tahun ini menjadi waktu yang tepat bagi mereka yang berburu rumah. Khususnya rumah second. ”Utamanya bagi mereka yang belum memiliki rumah. Dan ingin punya hunian sendiri,” katanya. 

Tren menurunnya harga rumah second itu, sebenarnya sudah terpantau oleh agen Rumah123. Dalam laporan flash report yang dirilis sejak Juni 2025 lalu. 

Kategori :