Situasi ini cukup kontras jika dibandingkan dengan musim lalu, ketika Frattesi menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan Inter hingga final Liga Champions.
Ia bahkan berperan krusial saat Nerazzurri (julukan Inter) menyingkirkan Bayern Munchen dan Barcelona di fase gugur, membuat namanya sempat dipandang sebagai aset strategis jangka panjang klub.
BACA JUGA:Liverpool vs Newcastle 4-1: The Reds Akhirnya Bangkit di Anfield
BACA JUGA:Krisis Bek Kanan, Arne Slot Tak Mau Liverpool Panic Buying di Bursa Musim Dingin
Roma vs Inter Milan 1-0, Lautaro Martinez acak-acak kandang serigala. Foto: Davide Frattesi (kiri) berebut bola dengan Brian Cristante. -Alberto Pizzoli-AFP
Kini, dengan bursa transfer telah ditutup, Frattesi harus bertahan dan berjuang kembali merebut tempatnya. Padatnya jadwal Inter di berbagai kompetisi bisa menjadi peluang tersendiri baginya untuk mendapatkan menit bermain, sekaligus menjaga posisinya di tim nasional Italia.
Bagi Inter, keputusan Liverpool menahan Curtis Jones secara tidak langsung memaksa mereka mempertahankan Frattesi.
Namun, keputusan tersebut sejatinya hanya menjadi solusi jangka pendek yang berpotensi menyisakan ketegangan, terutama jika situasi sang gelandang tak menunjukkan perbaikan hingga akhir musim. (*)