HARIAN DISWAY - Imlek kian menjadi ruang budaya yang nyata di tengah masyarakat. Kini, hampir setiap sekolah menjadikan Chinese Lunar Year sebagai momentum untuk menanamkan toleransi.
Lewat tradisi dan simbol Imlek, siswa belajar sejarah, filosofi hidup, hingga makna perbedaan. Pembelajaran pun tidak hanya berhenti di buku teks.
Aktivitas Imlek yang dikemas kreatif membuat budaya terasa dekat dan hidup. Guru pun leluasa berinovasi, sementara kebersamaan tumbuh alami.
Demi tujuan itu, perayaan Imlek di sekolah tidak harus kaku. Justru dengan pendekatan sederhana dan kreatif, nilai budaya dan karakter bisa tersampaikan lebih kuat.
BACA JUGA:Tren Baju Imlek 2026, Perpaduan Qipao Modern dengan Sentuhan Kain Wastra Nusantara
BACA JUGA:5 Kreasi Hampers Imlek Unik di Bawah Rp200 Ribu
Berikut 5 ide kreatif merayakan imlek di sekolah yang edukatif, relevan, dan mudah di terapkan.
1. Workshop Kerajinan Imlek
KREASI DEKORASI untuk merayakan Imlek efektif untuk memupuk toleransi dan makna keberagaman tanpa memaksa. -Ghena Haxhari-pinterest
Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan yang paling mudah diterapkan saat berada di lingkungan sekolah. Kreasi membuat lampion, misalnya. Atau, menghias sekolah dengan kertas merah kaligrafi sederhana.
Siswa tidak hanya diajak berkarya, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap simbol Imlek. Warna merah yang mendominasi suasana Imlek artinya keberanian, kebahagiaan, dan harapan baik.
Kegiatan tersebut melatih kreativitas dan keterampilan motorik halus siswa melalui proses menggunting, melipat, menempel, hingga menulis.
BACA JUGA:Kampung Pecinan Tambak Bayan Bersolek Sambut Imlek 2026, Susun Lini Masa Autentik
BACA JUGA:10 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia untuk WhatsApp
Guru dapat mengaitkannya dengan pelajaran seni, bahasa, atau budaya, sehingga tujuan pembelajaran tercapai dalam nuansa yang menyenangkan.
2. Sudut Refleksi Nilai Imlek
MIND MAPPING membuka cara belajar yang berbeda. Dari tradisi hingga makna hidup, siswa merangkai pemahaman lewat visual dan ide.-Mrs.Candy-pinterest
Sudut refleksi nilai Imlek dapat diwujudkan dengan membuat papan khusus atau pojok kelas yang menampilkan pesan harapan, ungkapan rasa syukur, serta resolusi siswa pada tahun baru Tiongkok.
Siswa diajak menuliskan cita-cita, doa, atau hal-hal sederhana yang ingin mereka perbaiki dalam diri. Kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk mengenal diri sendiri sekaligus menghargai proses tumbuh dan belajar.
3. Lomba Mewarnai dan Menggambar Tema Imlek
EKSPRESI IMLEK anak-anak bisa dituangkan dalam lukisan dan hiasan dinding. -anhtan-pinterest
Lomba mewarnai dan menggambar dengan Imlek adalah cara yang efektif untuk menggugah kepedulian anak-anak terhadap tradisi tersebut.
BACA JUGA:Reservasi Penuh, Java Paragon Buka Venue Tambahan untuk Perayaan Imlek
BACA JUGA:Legacy Ballroom Siapkan Jamuan Megah The Emperor’s Feast Sambut Imlek 2026
Tema-tema shio, lampion, atau barongsai bisa hadir dalam gambar yang sederhana. Anak-anak, sesuai tingkat usia mereka, diberi kebebasan untuk menuangkan warna dan ide sesuai imajinasi mereka.
Bagi siswa dengan jenjang yang lebih tinggi, lomba menggambar dapat dikemas dengan tantangan pesan tertentu. Misalnya, tentang harapan dan resolusi Imlek.
Aktivitas ini tak hanya mengasah keterampilan motorik dan daya imajinasi, tetapi juga melatih konsentrasi serta rasa percaya diri. Karya siswa pun dapat dipamerkan di lingkungan sekolah sebagai bentuk apresiasi.
4. Workshop Kaligrafi dan Aksara Mandarin
KALIGRAFI MANDARIN bukan sekadar menulis huruf. Dalam setiap goresan, ada cerita budaya, ketekunan, dan makna yang dipelajari sejak dini.-anhtan-edupac-id.com
Workshop kaligrafi dan aksara Mandarin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka diajak mengenal dan menuliskan karakter sederhana, seperti kata bahagia atau harapan.
BACA JUGA:7 Dekorasi Imlek yang Bermakna Keberuntungan untuk Rumah Anda
BACA JUGA:7 Ucapan Imlek untuk Kolega dan Bos
Guru maupun narasumber memberikan penjelasan singkat tentang arti setiap aksara agar mudah dipahami. Siswa kemudian mempraktikkannya secara langsung menggunakan kuas atau spidol.
Kegiatan ini menumbuhkan sikap sabar dan teliti, sekaligus mengajarkan bahwa proses belajar menulis tak menuntut kesempurnaan, melainkan konsistensi dan usaha.
5. Belajar Berbagi Lewat Angpao
ANGPAO jadi jembatan empati antar teman.--sumsel.suara.com
Angpao dapat diperkenalkan sebagai simbol, bukan soal nominal. Isinya tak harus uang, bisa berupa pesan penyemangat atau camilan sederhana. Guru berperan menjelaskan filosofi angpao sebagai doa dan harapan baik.
Dari sini, siswa memahami bahwa makna berbagi terletak pada ketulusan, bukan pada isi. Kegiatan ini melatih empati dan mengajarkan pentingnya memberi dengan tulus, sebuah nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat.
BACA JUGA:Mercure Surabaya Grand Mirama Siapkan Perayaan Imlek 2026 Bertema Eternal Lunar Grace
BACA JUGA:Hong Kong Sambut Tahun Kuda dengan Parade Ikonik dan Tradisi Imlek Semarak
Ada banyak cara untuk merayakan Imlek bersama. Kreativitas dan kepedulian yang digugah dari event-event yang diselenggarakan sekolah akan menjadi fondasi baik bagi anak-anak dalam pertumbuhan mereka menjadi generasi yang toleran. (*)
*)Mahasiswa Magang di Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.