PEPC ADK Tanam 14.727 Pohon di Rembang, Tekan Emisi Karbon

Kamis 05-02-2026,15:48 WIB
Reporter : Ave Sena
Editor : Thoriq S Karim

REMBANG, HARIAN DISWAY — Upaya menjaga lingkungan tidak bisa dikerjakan sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. 

Itulah yang dilakukan PT Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK). Perusahaan tersebut menggandeng beberapa lembaga dan organisasi masyarakat. 

Seperti, Kementerian Kehutanan, SKK Migas, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Termasuk warga di sekitar lokasi penanaman pohon tersebut. 

Melalui program Collaboration for Sustainability, PEPC ADK melakukan aksi penanaman 14.727 pohon sebagai bagian dari rehabilitasi hutan dan lahan. 

BACA JUGA:Pertamina EP Rantau Salurkan Air Bersih dan Sembako ke Puluhan Desa di Tamiang Pascabanjir


Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Dyah Murtiningsih-Dok.Pertamina EP-

Program ini mencakup area seluas sekitar 28.505 hektar yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2028, meliputi kegiatan penanaman sekaligus pemeliharaan tanaman.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim. Di saat yang sama, program tersebut merupakan pemenuhan kewajiban PEPC ADK atas penggunaan kawasan hutan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jenis tanaman yang ditanam cukup beragam. Selain tanaman kayu seperti jati dan mahoni, ditanam pula tanaman non-kayu serta berbagai jenis tanaman buah-buahan. 

Pemilihan jenis tanaman ini tidak hanya mempertimbangkan daya dukung ekologis kawasan. Tapi potensi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Pertamina EP Pangkalan Susu Field Kebut Pengeboran Sumur Baru


Senior Manager Relations Regional 4 Indonesia Timur, Sigit Dwi Aryono-Dok.Pertamina EP-

Dengan pendekatan tersebut, rehabilitasi hutan diharapkan tidak berhenti pada pemulihan fungsi lingkungan semata. Keberadaan tanaman produktif diharapkan dapat menjadi sumber penghidupan tambahan bagi warga, sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem dalam jangka panjang.

Roda ekonomi warga setempat juga bisa berlangsung dengan baik. Mereka memanfaatkan fungsi hutan dari sisi ekonomi. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Dyah Murtiningsih menilai keterlibatan dunia usaha memiliki peran strategis dalam upaya pemulihan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim. 

Kategori :