Pertamina EP Mulai Pengembangan Lapangan Bambu Merah Terintegrasi SP Cilamaya Utara

Pertamina EP Mulai Pengembangan Lapangan Bambu Merah Terintegrasi SP Cilamaya Utara

Pertamina EP memulai pengembangan Lapangan Bambu Merah di Cikarang melalui tahap fabrikasi fasilitas produksi migas terintegrasi SP Cilamaya Utara.-Humas Pertamina-

CIKARANG, HARIAN DISWAY - PT Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara, akhir 2025.

Pelaksanaan First Cutting Ceremony berlangsung di Workshop Fabricator di Cikarang, Jawa Barat, dan menjadi penanda dimulainya fase penting pembangunan fasilitas produksi minyak dan gas di wilayah Subang. Kegiatan ini menandai dimulainya pekerjaan fabrikasi unit dehidrasi gas dan scrubber yang berperan penting dalam peningkatan kapasitas pemrosesan gas Lapangan Bambu Merah.

Kegiatan first cut of steel dilakukan sebagai awal pekerjaan fabrikasi Dehydration Unit dan scrubber yang merupakan bagian integral dari ruang lingkup Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan Bambu Merah–Cilamaya Selatan. Proyek ini dilaksanakan berdasarkan Authorization for Expenditure yang telah disetujui oleh SKK Migas.

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas eksisting di Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara melalui peningkatan fasilitas produksi. Setelah rampung, produksi minyak akan dialirkan menuju Booster Station Cilamaya, sementara gas akan diproses agar memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas Cilamaya dan digabungkan dengan produksi gas dari lapangan lainnya.

BACA JUGA:Program Nawashakti Pertamina EP Cepu Raih Employee Engagement of the Year Asian Management Excellence Award 2026

BACA JUGA:Genap Satu Dekade, Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas 2025

Selain itu, air terproduksi dari kegiatan hulu migas akan dikelola dengan menginjeksikannya kembali ke sumur-sumur injeksi melalui Water Injection Plant di SP Cilamaya Utara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang baik dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara keseluruhan, pengembangan struktur Bambu Merah diproyeksikan menghasilkan produksi puncak sebesar 8 juta standar kaki kubik per hari gas dan 300 barel fluida per hari minyak atau setara 292,5 barel minyak per hari secara net. Fasilitas yang dikembangkan meliputi gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, Dehydration Unit berkapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit gas compressor berkapasitas masing-masing 0,5 MMSCFD, serta fasilitas pendukung lainnya.

Manager Project Pertamina EP Zona 7 Ahmad Firdaus Fasa menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek ini.

“Tahap fabrikasi ini merupakan tonggak penting bagi proyek Bambu Merah. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan dari SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta mitra kerja menjadi modal penting untuk mencapai target operasional yang telah ditetapkan,” ujarnya.

BACA JUGA:Pertamina dan Kementerian ESDM Bersinergi Pulihkan Produksi Blok Rokan Pascagangguan Gas

BACA JUGA:Pertamina Tingkatkan Produksi Gas Prabumulih, Pasoka

Sementara itu, Head of Communication, Relations and CID Pertamina EP Zona 7 Wazirul Luthfi menegaskan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional.

“Pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara merupakan wujud komitmen Pertamina EP Zona 7 untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan. Kami memastikan setiap tahap pekerjaan berjalan sesuai aspek HSSE dan tata kelola dengan koordinasi intensif bersama SKK Migas serta pemangku kepentingan lainnya,” kata Wazirul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: