Surabaya Diprediksi Jadi Hub Digital Indonesia Timur, DC Land Perluas Kapasitas Data Center

Sabtu 07-02-2026,11:02 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Mohamad Nur Khotib

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Kota Surabaya diproyeksikan menjadi pusat (hub) digital untuk kawasan Indonesia Timur seiring meningkatnya kebutuhan layanan pusat data.

Perusahaan penyedia pusat data, DC Land, memprediksi peran strategis tersebut akan semakin menguat pada 2026. Hal itu sejalan dengan ekspansi kapasitas dan tingginya permintaan pelanggan.

Managing Director DC-Land Perry Yoranouw mengungkapkan bahwa saat ini kapasitas pengelolaan data di perusahaannya beroperasi dengan daya 3 MW dan kapasitas 43 rak.

”Pertengahan tahun ini, seluruhnya akan terserap,” kata Perry saat peresmian DC-Land di Intiland Tower Surabaya, Jumat, 6 Februari 2026.

BACA JUGA:Harga Rumah Second di Surabaya Turun

BACA JUGA:Ketika Harga Rumah di Surabaya Kian Tak Terjangkau (3): Hunian Menengah-Atas Masih Diminati

Saat ini, kata Perry, tingkat keterisian pelanggan di DC Land sudah mencapai hampir 50 persen. Oleh berbagai pelanggan dari beberapa lini usaha seperti segmen IoT, e-commerce, serta penyedia layanan internet.

“Targetnya, pada akhir 2026 kapasitas akan ditingkatkan menjadi 100 rak,” ucapnya.

Dalam operasionalnya, DC Land telah menerapkan standar Tier 3 (R3) dan sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data. Kondisi ini memungkinkan pelanggan tak khawatir terkait keamanan data. 

BACA JUGA:Indonesia Ditetapkan Jadi Basis Pertama Quantum AI Data Center di Asia

BACA JUGA:Data Center Microsoft Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan, Potensi Dorong 60 Ribu Lapangan Kerja

Fasilitas penyimpanan juga telah dilengkapi sistem Network Operation Center (NOC) yang beroperasi 24 jam. Serta sistem keamanan berlapis, serta fire suppression system standar yang aman bagi perangkat elektronik. 

DC Land merupakan lini baru usaha milik pengembang properti Intiland. Yang berkolaborasi dengan ION Network. 

Sementara itu, VP Government Relation Jawa Timur ION Network Teguh Suprayitno menjabarkan, pemilihan Surabaya tempat lini bisnis pusat data ini karena melihat potensi pasar yang masih sangat luas.

BACA JUGA:Ketika Harga Rumah di Surabaya Kian Tak Terjangkau (3): Hunian Menengah-Atas Masih Diminati

Kategori :