Tidur Cuma Dua Jam, Hendri Jadi Finisher Pertama EJJ 2026 Kategori 600 Km

Minggu 08-02-2026,09:52 WIB
Reporter : Ghinan Salman
Editor : Ghinan Salman

HARIAN DISWAY - Hendri Pratama mencatatkan namanya sebagai peserta pertama yang menuntaskan East Java Journey (EJJ) 2026 kategori 600 Km. Peserta asal Tuban, Jawa Timur, itu menyelesaikan rute dengan waktu 34 jam 39 menit 59 detik. 

Start dari Surabaya pada Jumat, 7 Februari 2026 pukul 05.00 WIB, Hendri tiba di garis finis pada Sabtu, 8 Februari 2026 pukul 15.39 WIB. Artinya, ia menaklukkan rute ultra cycling ini kurang dari satu setengah hari.

Atas pencapaian tersebut, Founder Mainsepeda Azrul Ananda langsung mewisuda Hendri sebagai ”Sarjana Ultra”. Ia mendapatkan perlakuan istimewa layaknya wisudawan. Seperti mengenakan toga, selempang hijau, dan berfoto di latar konsep wisuda.

Namun di balik senyum kemenangannya itu, Hendri mengaku podium pertama ini adalah ”kecelakaan” yang membahagiakan. Alasannya, Hendri tidak punya ekspektasi untuk finis di posisi pertama.

”Tapi pada hari pertama, saya menempel rombongan breakaway. Lalu waktu di Kandangan saya kok lebih cepat satu jam dari rundown yang saya buat. Kemudian saya lihat posisi saya ada di paling depan. Jadi saya tancap gas saja,” ujarnya.

BACA JUGA:Sandang Gelar ’Sarjana Ultra’ di EJJ 2026, Miswanto-Yusuf Kibar Tambah Koleksi Juara Pair

BACA JUGA:EJJ 2026 600 Km Dimulai, Ajang Kaderisasi Ultra Cyclist Pemula ’Naik Kelas’ ke 1.500 Km

Hendri datang ke Surabaya bersama lima kawannya dari Tuban dengan satu gentleman agreement: berangkat bareng, tetapi di jalan masing-masing berjuang sendiri. 

Tanpa target juara, ia justru tampil konsisten dan cerdik dalam manajemen istirahat. Tepatnya di Check Point (CP) 2 Madiun. ”Saya hanya tidur dua jam di Madiun,” katanya.

Strategi makan juga ia jalankan dengan efisien. Hendri mengunyah kurma di atas sadel, dan saat berhenti ia memesan dua porsi ayam—satu dimakan di tempat, satu dibungkus untuk bekal perjalanan.

Meski menjadi yang tercepat, Hendri tidak menutupi kelelahannya. Di garis finis, ia mengaku tubuhnya nyaris ambruk. “Aksi saya ini tidak saya sarankan,” katanya sambil tertawa. “Sebab saya benar-benar habis.”

Ketika ditanya soal kemungkinan mengikuti kategori 1.500 Km pada EJJ tahun depan, Hendri mengaku belum terpikir. “Belum, belum, belum,” ujarnya singkat. ”Kalau ikut 1.500 Km butuh persiapan yang lebih matang lagi,” imbuhnya.

BACA JUGA:Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Kategori Men 40 and Up di EJJ 2026

BACA JUGA:Zidan Attala Raih Three-Peat di EJJ 2026, Sandang Gelar ’Sarjana S3 Ultra’

Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. 

Kategori :