HARIAN DISWAY - Gian Piero Gasperini tak bisa menyembunyikan kepuasannya setelah melihat dampak instan Donyell Malen bagi AS Roma.
Sang penyerang kembali menjadi pembeda lewat dua gol ke gawang Cagliari. Sang pelatih bahkan menyamakan karakter permainannya dengan legenda Italia, Gianluca Vialli.
Kemenangan 2-0 di Stadio Olimpico terasa penting. AS Roma memanfaatkan tambahan tiga poin untuk terus menempel persaingan papan atas.
Kini klub berjuluk Giallorossi itu berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan 46 poin, sama seperti Juventus di posisi keempat, namun masih kalah dalam produktivitas gol.
BACA JUGA:AS Roma vs Cagliari 2-0: Brace Donyell Malen Bawa Giallorossi ke Jalur Kemenangan
BACA JUGA:AS Roma Pusing, Gasperini Ungkap Depresi Evan Ferguson dan Cedera Anehnya
Lebih dari sekadar hasil, performa tim memperlihatkan respons kuat usai dua laga Serie A sebelumnya berakhir mengecewakan, yakni saat ditahan imbang AC Milan dan kemudian tumbang dari Udinese.
Menurut Gasperini, tempo permainan terutama di babak pertama menunjukkan identitas yang ingin ia bangun. Intensitas tinggi, distribusi bola cepat, serta variasi serangan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Ia hanya menyesalkan margin kemenangan tidak lebih besar sehingga pertandingan sempat terasa terbuka.
Sorotan utama tentu jatuh kepada Malen. Sejak tiba pada bursa transfer musim dingin, penyerang asal Belanda itu langsung memberi dimensi berbeda di lini depan.
BACA JUGA:AS Roma Rombak Lini Serang, Masa Depan Evan Ferguson dan Artem Dovbyk Dipertanyakan
BACA JUGA:AS Roma Tumbang dari Udinese, Gasperini Optimistis Malen dan Zaragoza Jadi Solusi
Momen penyerang AS Roma, Donyell Malen, ketika mencetak gol pembuka pada laga melawan Cagliari. Selasa, 10 Februari 2026.--Instagram @officialasroma
Dalam empat penampilan awalnya, ia sudah mengoleksi tiga gol. Sebuah awal yang kontras jika dibandingkan dengan situasinya di Aston Villa, ketika menit bermainnya lebih banyak datang dari bangku cadangan.
Gasperini meyakini produktivitas tersebut bukan kebetulan. Ia melihat Malen memiliki kelengkapan atribut sebagai penyerang modern: kuat dalam duel, cerdas mencari ruang, mampu melakukan pergerakan diagonal, dan efektif saat menerima suplai bola di area berbahaya.