GRESIK, HARIAN DISWAY – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Gresik, Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan itu digelar sebagai upaya menahan laju harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Sejak pagi, sekitar 200 warga tampak mengantre untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Beragam kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras SPHP dilepas Rp11.000 per kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, bawang merah Rp15.000 per 500 gram, serta telur ayam ras Rp24.000 per pack. Selain itu, tersedia pula daging ayam, daging sapi, frozen food, hingga produk olahan UMKM.
BACA JUGA:Wabup Gresik Alif Pimpin Aksi Gerakan Indonesia Asri, Bangun Budaya Bersih
BACA JUGA:Gus Yani Pulangkan Anak Pekerja Migran dari Negeri Jiran, Jamin Hak Dasar Anak Terpenuhi
Bagi warga, program ini terasa langsung manfaatnya. Eliswati (56), salah satu pembeli, mengaku membeli dua karung beras SPHP ukuran 5 kilogram, gula, dan bawang merah.
“Di sini beras 55 ribu per 5 kilo. Kalau di pasar bisa sampai 60 ribu. Lumayan sekali. Pasar murah seperti ini sangat membantu masyarakat kecil,” katanya.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara seremonial di Pendopo Kabupaten Gresik dan dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Heru Suseno, serta Kasubsatgas Distribusi Pangan Mabes Polri Kombes Pol. Teddy Suhendyawan Sarif.
BACA JUGA:Gus Yani Serahkan 200 Unit Becak Listrik Bantuan Presiden kepada Pengemudi Lansia
BACA JUGA:Gus Yani Dorong Kepala Sekolah Dua Periode Uji Sertifikasi Pengawas untuk Regenerasi
Wabup Alif menegaskan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah menjaga stabilitas harga jelang hari besar keagamaan.
“Alhamdulillah hari ini kita jual di bawah HET (harga eceran tertinggi, Red). Menjelang puasa dan hari raya, kami bersama Diskoperindag, Dinas Pertanian, dan tim Satgas rutin turun ke pasar. Insyaallah harga pangan di Gresik tetap stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan harga juga melibatkan Satgas Pangan yang diketuai Kasatreskrim di tingkat kabupaten guna mencegah praktik permainan harga.
Dari tingkat provinsi, kebijakan serupa digelar serentak di berbagai daerah Jawa Timur. Heru Suseno menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar harga pangan tetap terkendali selama Ramadan.