Kalau para pembisik bisa menyampaikan kepada Prabowo bahwa saat ini dunia ketiga sedang menghadapi imperialisme dan kolonialisme digital. Dunia ketiga sedang membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan kekuatan dunia ketiga untuk menghadapi penjajahan digital Barat.
Dan, Prabowo-lah yang digadang-gadang untuk menjadi pemimpin yang bisa membebaskan dunia ketiga dari penjajahan digital.
Prabowo bisa mengikuti jejak Soekarno yang menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 1955. Mungkin kalau hal itu dibisikkan kepada Prabowo, ia dapat berubah sikap dan mau datang ke HPN tahun depan. (*)
*) Dhimam Abror Djuraid adalah ketua Dewan Pakar PWI Pusat.