SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Pasar Heritage Sidoarjo, nama baru dari Pasar Buduran, masih sepi. Alih-alih hiruk-pikuk, pasar ini justru tampak lengang.
Minat konsumen terbilang rendah. Banyak stan kosong. Sebagian pedagang memilih angkat kaki karena berbagai persoalan yang belum tuntas.
Salah satu kendala utama adalah keterbatasan lahan parkir. Area parkir hanya mampu menampung sekitar 10–20 sepeda motor yang berjajar memanjang di bibir pasar. Sementara kendaraan roda empat nyaris tak memiliki ruang, kecuali memanfaatkan bahu jalan.
BACA JUGA:Warung Rakyat Direnovasi 2026: Jurus Andalan Pemkab Sidoarjo Bentuk Ekosistem UMKM Berkelanjutan
BACA JUGA:Jual Sabu 5 Gram, Pengedar Asal Sidoarjo Divonis 5,5 Tahun Penjara
Letak geografis pasar juga menyulitkan. Bagian depan langsung berbatasan dengan Jalan Raya Buduran, sisi kanan berdampingan dengan makam umum, dan bagian belakang berhimpitan dengan permukiman warga.
Kondisi bangunan pun berada lebih rendah dari permukaan jalan, serta berdekatan dengan aliran sungai.
Akibatnya, saat musim hujan, air sungai kerap meluap dan membanjiri area pasar. Genangan bahkan bisa mencapai lutut orang dewasa. Situasi ini menjadi momok tersendiri bagi pedagang maupun pengunjung.
BACA JUGA:Proyek SRRL Fase 1 Resmi Dimulai, Siap Hubungkan Surabaya-Sidoarjo
BACA JUGA:Kuota Terisi 60 Persen, Beasiswa 2026 Sidoarjo Langsung Cair
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sejatinya telah berupaya menghidupkan kembali pasar tersebut. Renovasi sempat dilakukan dengan sentuhan grafiti, penataan ala pujasera, hingga pengisian stan makanan dan minuman. Pasar yang sempat mati suri tampak lebih segar dan menarik.
Cara itu cukup menarik minat sejumlah pedagang. Aktivitas pasar sempat menggeliat lagi. Tapi, sayang tak bertahan lama.
Jauh dari target yang diharapkan. Sepi lagi. Banyak pedagang memilih pergi dan lama tak kunjung kembali.
Dari pantauan Harian Disway di lokasi, Senin, 16 Februari 2026, kondisi pasar cukup memprihatinkan. Banyak stan yang kosong.
Sejumlah barang dagangan nampak tertinggal di dalam gladak stan: berdebu, serta dipenuhi jaring laba-laba, seolah sengaja ditinggal pemiliknya.