Rayakan Imlek 2026, Kampung Tambak Bayan Sajikan Penampilan Tari Lintas Budaya

Selasa 17-02-2026,18:06 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Selain barongsai, ada pula tarian tradisional Jawa. Seperti tari dolanan, remo, serta ganongan dan Bantengan.

BACA JUGA:Wisatawan Hongkong Rayakan Imlek di Tambak Bayan

BACA JUGA:Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan Eksis di Usia 42 Tahun


Penampilan kesenian Mberot Rea Reo dari pemuda Tambak Bayan jadi perhatian masyarakat sekitar. - Dimas Anugerah .D - Institut Seni Tambak Bayan (ISTB) Surabaya

Konsep tahun ini mengusung tema kolaborasi lintas budaya. Tema tersebut mengingatkan tentang kehidupan masyarakat Tambak Bayan Surabaya sendiri.

“Karena warga yang tinggal di sini heterogen. Tidak semuanya keturunan Tionghoa. Kami ingin menunjukkan bahwa kami terbuka bagi siapa saja. Meski barongsai menjadi sorotan utama, penampilan tradisional lainnya akan menggambarkan kerukunan multikultural,” tutur Pito.

Tari remo dan tari dolanan dibawakan oleh anak-anak Sanggar Seni Omah Ndhuwur. Sementara itu, tari ganongan dan bantengan ditampilkan oleh anak-anak Tambak Bayan. Penarinya ialah pelajar TK hingga SMA.

Wiji Utomo, salah seorang pengajar melukis di Sanggar Seni Omah Ndhuwur mengatakan, "Penampilan mereka adalah hasil latihan yang dilakukan rutin yang kami lakukan setiap hari Minggu pada pukul 08.00-11.00 WIB."

BACA JUGA:Sake Amerta Sari, Sanggar Gamelan di Tampaksiring yang Berikan Pelatihan Gratis buat Remaja

BACA JUGA:Dengan Sanggar Karno Laras, Bedjo Santoso Gratiskan Anak-anak Dusun yang Mau Mencintai Budaya

“Tari remo Munali Patah menunjukkan semangat perjuangan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, maupun leluhur. Tari dolanan tadi dilakukan dengan gerakan menggunakan sapu tangan,” jelas Wiji.

Penampilan wayang oleh Ki Ompong Sudarsono akan menjadi penutup perayaan Imlek 2026 di Tambak Bayan. 

Lewat Imlek 2026, Tambak Bayan telah menunjukkan bahwa budaya Indonesia yang beragam harus diperkenalkan kepada generasi muda.

Supaya tetap lestari. Selain itu, keberadaannya di pusat kota. Tambak Bayan sebagai kampung yang multikultural menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi halangan. Masyarakatnya tetap hidup rukun. (*)

Kategori :