Rayakan Imlek 2026, Kampung Tambak Bayan Sajikan Penampilan Tari Lintas Budaya

Selasa 17-02-2026,18:06 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Alunan musik pengiring barongsai terdengar nyaring di sekitar perkampungan Tambak Bayan, Surabaya.

Pertunjukan barongsai ditampilkan oleh kelompok Surya Naga. Terdiri atas enam orang pemain Barongsai dan empat orang pemain musik.

Pagi itu, anak-anak terlihat gembira menyambut kemeriahan Imlek 2026 di kampung Tambak Bayan. Masyarakat umum lainnya juga turut menyaksikan pertunjukan Barongsai Keliling Kampung, 17 Februari 2026.

“Selain Barongsai, ada Cak dan Ning Surabaya. Mereka selalu memeriahkan acara ini setiap tahun. Penampilan tari dari anak-anak Sanggar Omah Ndhuwur membuka perayaan Imlek 2026. Kali ini, kampung Tambak Bayan Surabaya memperoleh lebih banyak dukungan dari masyarakat,” kata Suseno, Wakil Ketua RT Kampung Tambak Bayan.

BACA JUGA:Kampung Pecinan Tambak Bayan Bersolek Sambut Imlek 2026, Susun Lini Masa Autentik

BACA JUGA:CULIT 2025 Angkat Lagi Isu Sengketa Tanah di Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya

Ketika acara itu dibuka, banyak orang berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan budaya. Hingga berfoto di sekitar lingkungan kampung. Tiap sudutnya telah dihias dengan pernak-pernik Imlek 2026. Termasuk lampion dan damar kurung.

Warga dan para akademisi Institut Seni Tambak Bayan (ISTB) bersama-sama menggarap kerajinan lampion maupun damar kurung. Dilakukan jauh hari sebelum perayaan Imlek 2026. 

Lampion dan damar kurung itu terbuat dari lembaran kain dan kayu. Pengerjaannya tidak sulit. Apalagi dikerjakan bersama-sama.

“Beberapa motif hiasan menyesuaikan tema Imlek 2026 yang merupakan Tahun Kuda Api. Maka, ada hiasan kuda yang tergantung. Sebagai lambang shio kuda,” ujar Pito Bhilal, perwakilan dari ISTB, lalu menunjuk ornamen yang tergantung di teras.

BACA JUGA:Tradisi Imlek Bersemi di Kampung Tambak Bayan

BACA JUGA:Tiga Seniman Jepang Tampilkan Barongsai Kontemporer di Pecinan Tambak Bayan

ISTB bersama warga menggunakan kerangka kayu yang masih kuat dan layak. Lalu diperbaiki bagian-bagian yang rusak.

Menurutnya, tantangan pembuatan hiasan khusus Imlek paling berat adalah dua tahun lalu. Karena jumlah lampion yang dibuat mencapai ratusan. Waktu penggarapannya hanya tiga bulan.

“Kalau barongsai itu agenda budaya wajib setiap tahun. Bedanya, tahun lalu kami buat dalam bentuk festival selama tiga hari. Sedangkan tahun ini tidak difestivalkan. Jadi, kegiatannya padat dari siang sampai malam saja,” imbuhnya.

Kategori :