Sayap Belakang Ferrari Dinyatakan Legal, Tapi Apa Masalahnya?

Minggu 22-02-2026,09:06 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Retna Christa


Kepala tim Scuderia Ferrari, Frederick Vasseur, saat diwawancarai F1.com usai pengujian Bahrain 18-20 Februari lagi. --Twitter Scuderia Ferrari FRA @FerrariF1FRA

Pembatasan yang diberlakukan pada tahun 2025 terkait lebar slot tidak lagi dipertahankan pada tahun 2026. Sebaliknya, FIA memberikan kebebasan desain yang lebih besar kepada tim.

"Kami yakin solusi Ferrari sudah sesuai," ujar Tombazis, yang pada dasarnya menjadi sinyal positif awal bagi konsep itu.

BACA JUGA:AMR26 Tersandung di Bahrain: Alarm Dini untuk Ambisi Besar Aston Martin?

BACA JUGA:Mercedes Alami Masalah Teknis di Tes F1 Bahrain, W17 Rusak dan Pengujian Dihentikan

Implikasi Teknis

Persetujuan FIA tidak otomatis menjamin penerapan sistem permanen tersebut.

Dampaknya terhadap keseimbangan, stabilitas, dan manajemen aliran udara dalam kondisi balapan masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Terutama pada mobil yang masih mencari titik optimal antara downforce dan drag di era baru 2026.

Ferrari kembali menunjukkan pendekatan kreatif dalam menafsirkan aturan. Jika sistem ini terbukti memberikan keuntungan nyata dalam efisiensi aerodinamis, maka ia berpotensi menjadi salah satu elemen kunci di musim 2026.

Keputusan FIA untuk memberikan kebebasan lebih besar dalam pengoperasian sayap belakang membuka berbagai skenario teknis menarik. Ferrari tampak telah melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan setiap ruang regulasi yang tersedia.

Sekarang, ujian sesungguhnya akan terjadi di lintasan dalam kondisi balapan. Hanya melalui pembuktian tersebut akan terlihat apakah sayap belakang dengan rotasi 270 derajat ini merupakan langkah jenius, atau justru solusi yang terlalu ekstrem untuk kompetitif dalam jangka panjang. (*) 

Kategori :