Distribusi Energi Tetap Jalan, Armada Kapal Pertamina Tembus Wilayah 3T

Distribusi Energi Tetap Jalan, Armada Kapal Pertamina Tembus Wilayah 3T

Pertamina mengoperasikan 345 kapal untuk menjaga distribusi BBM dan LPG di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T, di tengah tantangan geopolitik global.-Pertamina-Pertamina

Jakarta, 12 April 2026 — Pertamina memastikan distribusi energi nasional tetap berjalan di tengah tantangan geopolitik global melalui penguatan armada maritimnya. Sebanyak 345 kapal yang dioperasikan subholding Downstream Pertamina menjadi tulang punggung penyaluran BBM dan LPG ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk 57 daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pekan ini, kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal tersebut membawa sekitar 1.700 metrik ton LPG untuk menopang ketahanan pasokan di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Selain itu, LPG Tanker Gas Ambalat juga sukses sandar di Kalbut, Situbondo, dengan membawa pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan jalur maritim menjadi salah satu penopang utama distribusi energi nasional, terutama karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tantangan geografis yang kompleks.

BACA JUGA:Distribusi Energi Diperkuat, Kapal LPG Pertamina Sandar di Sulawesi dan Situbondo

BACA JUGA:Program UMiMAX Pertamina Ubah Korban PHK Jadi Pengusaha, Omzet Capai Puluhan Juta

“Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat,” ujarnya.

Secara total, Pertamina mengoperasikan 345 kapal, baik milik sendiri maupun chartered. Armada tersebut terdiri atas 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut crude, 4 kapal pengangkut petrokimia, dan 43 kapal pengangkut LPG.

Ratusan kapal itu melayani berbagai rute distribusi energi di seluruh Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Peran armada laut ini menjadi sangat penting untuk menjaga kelancaran suplai energi, terutama di wilayah kepulauan dan daerah 3T yang memiliki tantangan distribusi lebih besar.

Baron menambahkan, operasional kapal dijalankan oleh awak yang bekerja secara bergantian selama 24 jam untuk memastikan distribusi energi berlangsung aman, tepat waktu, dan andal. Hal ini menjadi semakin krusial saat menghadapi cuaca ekstrem dan tantangan navigasi geografis di wilayah kepulauan.

Tak hanya memperkuat distribusi energi lewat jalur laut, Pertamina juga mengokohkan operasional di seluruh lini bisnisnya.

Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina terus mendorong peningkatan produksi hulu migas agar kontribusi produksi dalam negeri makin besar, sekaligus mengoptimalkan pengolahan kilang guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri.

BACA JUGA:Pertamina Siapkan Lima Strategi Hadapi Geopolitik Global dalam RKAP 2026

BACA JUGA:Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Tembus Ritel Modern

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: