Mohamed Salah dan Robertson Tutup Era Emas Liverpool dengan Perpisahan Haru
Mohamed Salah pecahkan rekor assist Gerrard dan pamit emosional bersama Robertson usai Liverpool main imbang 1-1 kontra Brentford.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Mohamed Salah menutup perjalanannya bersama Liverpool dengan penuh emosi. Ia tampil untuk terakhir kalinya saat The Reds bermain imbang 1-1 melawan Brentford di Anfield.
Dalam laga penutup musim ini, Salah dan Andy Robertson resmi mengakhiri kebersamaan panjang mereka bersama klub yang telah mereka bela sejak 2017.
Hasil imbang tersebut memastikan Liverpool finis di posisi kelima Premier League. Dan lolos ke Liga Champions musim depan.
Namun, sorotan utama justru tertuju pada momen perpisahan dua pemain senior. Merekalah yang menjadi simbol kebangkitan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:Mohamed Salah Pamit dari Liverpool, Tinggalkan Pesan Emosional untuk The Reds
BACA JUGA:Mohamed Salah Kritik Gaya Main Liverpool: Kami Kehilangan Identitas
Salah mengaku sangat sulit meninggalkan klub yang telah memberinya begitu banyak kenangan. Ia menyebut perjalanan bersama Liverpool bukan semata soal trofi.
Tetapi juga tentang bagaimana tim berhasil membawa klub kembali bersaing di level tertinggi Eropa. “Sangat berat meninggalkan tempat seperti ini. Orang mungkin melihat saya keras dan selalu serius. Tapi sebenarnya saya sangat emosional,” ujar Salah.

Mohamed Salah pecahkan rekor assist Gerrard dan pamit emosional bersama Robertson usai Liverpool main imbang 1-1 kontra Brentford.-Liverpool FC-Getty Images
“Kami datang ketika klub belum berada di level sekarang. Bersama-sama kami mengembalikan Liverpool ke tempat yang seharusnya. Yaitu bersaing untuk semua gelar,” sambungnya.
Pemain asal Mesir itu menegaskan bahwa budaya kompetitif Liverpool harus terus dipertahankan.
BACA JUGA:Andrew Robertson Resmi Pamit dari Liverpool, Ini 5 Calon Klub Barunya
BACA JUGA:Andrew Robertson Susul Mo Salah, Resmi Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim 2025/2026
Sebab menurutnya, para suporter tidak hanya menuntut kemenangan. Tetapi juga pengorbanan penuh dari para pemain di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber