Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi dan STEM Nasional
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani (kiri) mengatakan peluang perempuan untuk berkarier di bidang STEM kini semakin terbuka. -Humas Pertamina-
HARIAN DISWAY - Pertamina mendorong perempuan untuk terus berkontribusi di industri energi melalui penguatan peran di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) dalam gelaran IPA Convex 2026 di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani mengatakan peluang perempuan untuk berkarier di bidang STEM kini semakin terbuka. Dalam talkshow bertema Women in STEM: Breaking Barriers and Building Inclusive Futures for Women and Girls, perempuan yang akrab disapa Inge itu menjelaskan Pertamina terus mendorong keterlibatan perempuan agar dapat berkontribusi lebih besar di industri energi, termasuk menempati posisi strategis perusahaan.
“Pertamina mempunyai komitmen untuk terus meningkatkan jumlah perempuan agar bisa lebih berkontribusi di bidang energi, tidak hanya di level pekerja tetapi juga di level manajerial,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini perempuan di Pertamina sudah banyak yang menduduki posisi manajerial mulai dari Vice President hingga Direktur. Ia menilai tantangan perempuan di sektor engineering saat ini sudah jauh berbeda dibanding masa lalu karena kemampuan perempuan kini semakin diakui di dunia kerja profesional.
BACA JUGA:Pertamina Hulu Energi Tegaskan Komitmen Ketahanan Energi dan Transisi Energi di IPA Convex 2026
BACA JUGA:Wakil Dirut Pertamina Tegaskan Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional
“Saya tidak percaya gender menjadi masalah. Selama kita punya kompetensi, mau belajar, punya kemampuan dan attitude yang baik, perempuan bisa memberikan kontribusi nyata di industri ini,” katanya.
Selain membahas karier perempuan di industri energi, Inge juga membagikan pengalamannya dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Ia menyebut perempuan pekerja harus memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan seimbang.
“Kalau saya percaya waktunya tetap 24 jam, jadi semuanya soal time management. Persiapan harus senantiasa dilakukan lebih awal supaya semua kegiatan termonitor dengan baik dan tidak terlalu hectic,” ujarnya.
Ia juga melihat minat perempuan yang bergerak di bidang STEM terus meningkat. Menurutnya, jumlah mahasiswi di jurusan teknik dan sains saat ini jauh lebih banyak dibandingkan beberapa tahun lalu sehingga peluang perempuan menjadi engineer di industri energi semakin terbuka luas.
BACA JUGA:Pertamina Goes To Campus 2026 Resmi Dibuka, Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif
BACA JUGA:Pertamina Ungkap Strategi Ketahanan Energi Nasional di IPA Convex 2026
“Menjadi field engineer sekarang tidak harus laki-laki, perempuan juga punya kesempatan yang sama. Tidak ada perbedaan kesempatan, baik gaji, benefit itu semuanya sama, selama memang kita mempunyai kemampuan yang sama untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan Pertamina terus mewujudkan kesetaraan gender melalui penerapan kebijakan Diversity, Equity, & Inclusion (DEI) dan Respectful Workplace untuk mencegah diskriminasi di lingkungan kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: