Ia berharap keuntungan yang telah didapat oleh Indonesia ini bisa tetap berlaku meski kebijakan tarif baru diberlakukan ke negara lain.
Produk agrikultur seperti kopi dan kakao masuk dalam daftar prioritas. Selain itu, beberapa sektor penting lain juga mendapat perlakuan serupa, mulai dari elektronik, crude palm oil (CPO), hingga tekstil dan turunannya.
Pemerintah menilai kesepakatan tersebut menjadi fondasi penting di tengah ketidakpastian kebijakan dagang global.
Dengan situasi yang masih dinamis, pemerintah mengaku akan menghormati proses hukum di AS, sambil tetap menjaga kepentingan nasional agar stabilitas perdagangan tidak terganggu.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Airlangga